Berita Fakfak
Kopi Hari Bersama Komitmen Pasarkan Kopi Fakfak Papua Barat
Dikatakannya pangsa pasar Kopi Hari Bersama selama ini merupakan para ekspatriat di Bali maupun para sosialita di Jakarta.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kopi-Fakfak-21.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kopi Hari Bersama berkomitmen penuh untuk membantu memasarkan kopi petani di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Itu disampaikan Owner Kopi Hari Bersama, Hari Suroto kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Kamis (21/3/2024).
"Selama ini Kopi Hari Bersama baru memasarkan kopi arabika dari Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan," ujarnya.
Baca juga: Terpikat Rasa Kopi Anggi, Harvick Hasnul Qolbi Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kualitas
Baca juga: Manokwari Menaruh Harapan pada Kopi Mokwam
Dikatakannya pangsa pasar Kopi Hari Bersama selama ini merupakan para ekspatriat di Bali maupun para sosialita di Jakarta.
"Harapannya Kopi Hari Bersama bisa memasarkan kopi robusta Fakfak untuk para warga negara asing di Bali maupun ibu-ibu sosialita di Jakarta," jelasnya.
Selain itu, sebagai upaya untuk mengenalkan kopi robusta Fakfak go internasional, Hari Suroto juga meminta agar kopi robusta Fakfak ditanam di lahan yang sama dengan lahan untuk kebun pala.
"Jadi dapat dipastikan hasil kopinya memiliki cita rasa yang khas. Apalagi kopi robusta Fakfak ditanam secara organik," pintanya.
Dengan tag line, kopi kreasi anak muda, diharapkan pihaknya kopi robusta Fakfak juga bisa dicintai generasi milenial dan menjadi sumber inspirasi dalam berkarya.
"Karena selama ini, kami di Kopi Hari Bersama juga mendukung penuh generasi milenial dalam berkarya terutama digital art," tandasnya.
Selain itu, diharapkan juga, ada kebanggaan bagi generasi milenial untuk menjadi petani kopi robusta Fakfak Papua Barat.
"Seperti yang kita ketahui pula, selama ini Papua lebih banyak dikenal sebagai penghasil kopi arabika, terutama untuk wilayah Papua Pegunungan," tandasnya.
Sedangkan dikatakan Hari Suroto, kopi jenis robusta memang merupakan jenis kopi yang tumbuh di dataran rendah.
"Memang kalah populer jika dibandingkan dengan kopi arabika, sehingga para petani hanya menanamnya secara semi hutan," katanya.
Sehingga dikatakannya, hasil yang diperoleh tidak maksimal, dalam artian kopi robusta ditanam tetapi hanya berfungsi untuk batas kebun saja.
(*)