Berita Manokwari
Otban IX Manokwari: Ada Dua Cara Jitu Perbanyak Penerbangan di Bandara Rendani
Imbasnya, meningkatkan pendapatan melalui okupansi hotel dan secara tidak langsung berhubungan dengan penerbangan yang semakin banyak
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bandara-rendani-071.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, diproyeksi menjadi titik sentral ekonomi di Provinsi Papua Barat.
Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IX Manokwari sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan RI menyambut baik ikhtiar Pemerintah Daearah (Pemda) Manokwari tersebut.
Kepala Kantor Otban Wilayah IX Manokwari Sigit Pramono mengatakan, sedikitnya ada dua langkah cepat dan manjur untuk memperbanyak penerbangan di Bandara Rendani.
Baca juga: Bupati Manokwari Dorong Kerja Sama Antardaerah untuk Tingkatkan Jumlah Penerbangan Bandara Rendani
Baca juga: Mudik Lebaran 2024: Penumpang Bandara Rendani Diprediksi Meningkat, Tak Ada Extra Flight
“Pertama yang paling mudah yaitu perbanyak event daerah seperti Festival Mansinam dan lainnya. Empat sampai lima event dalam setahun sudah cukup kuat,” ungkap Sigit Pramono diwawancarai media di ruang posko angkutan Lebaran 2024 Kantor Otban Wilayah IX Manokwari, Rabu (3/4/2024).
Menurut dia, dengan banyak event daerah maka otomotis menarik para wisatawan domestik maupun internasional datang ke Manokwari.
Imbasnya, meningkatkan pendapatan melalui okupansi hotel dan secara tidak langsung berhubungan dengan penerbangan yang semakin banyak di Bandara Rendani.
Sehingga, ia mendorong pemda untuk kreatif dalam mengelola event daerah, tak sekadar Festival Mansinam yang hanya sekali dalam setahun.
“Cara kedua yakni dari sisi pendapatan daerah. Industri kreatif masyarakat harus dibina dan potensi daerah harus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menyebut, Kabupaten Manokwari memiliki kans yang moncer untuk ekspor marine product atau hasil laut seperti kepiting dan ikan tuna ke Singapura, Kuala Lumpur, dan negara lainnya.
Tetapi, ucapnya, untuk sekarang peluang ini belum dioptimalkan karena masyarakat yang belum berorientasi pasar ekspor.
Padahal, ia mengaku, pada umumnya maskapai penerbangan, seperti Lion Air sangat menantikan pengiriman produk daerah melalui kargo.
Dalam waktu dekat pun maskapai penerbangan Citilik mencoba mengekspor kargo, sehingga ia berharap Pemda pun proaktif menangkap peluang tersebut.
“Suplemen juga bagi airlane, kalau tidak dapat penumpang, yah minimal barangnya juga banyak. Dampak secara langsung bagi penerbangan supaya jadi lebih banyak,” tuturnya.
Menurut dia, untuk menjadikan Bandara Rendani sebagai titik sentral ekonomi di Provinsi Papua Barat, maka produk daerah lain mesti dikumpulkan di Manokwari.
“Potensi Fakfak, Kaimana, Wasior, bisa terkumpul di Manokwari. Dari Manokwari yang akan mengirim,” pungkasnya.