Minggu, 10 Mei 2026

Berita Fakfak

Dua PJ Gubernur Ini Temu Kangen di Reuni Akbar Smansa Fakfak

Ali Baham Temongmere dan Mohammad Musaad merupakan angkatan 1985 Smamsa Fakfak. Mereka berdua kompak menggunakan kemeja putih. 

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Dua PJ Gubernur Ini Temu Kangen di Reuni Akbar Smansa Fakfak
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
REUNI AKBAR - Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere (kanan bagian tengah) dan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (kiri bagian tengah) pada acara reuni akbar di Gedung Koni, Kabupaten Fakfak Papua Barat, Sabtu (4/5/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dalam acara reuni akbar SMA Negeri 01 Fakfak atau yang dulu bernama SMAN 416 Fakfak, mempertemukan du Penjabat (Pj) Gubernur di Tanah Papua. 

Dua Pj Gubernur itu ialah Ali Baham Temongmere dan Muhammad Musaad.

Keduanya merupakan alumni Smansa Fakfak.

Baca juga: Disbun Fakfak Buka Stand Produk Hilirisasi Pala dan Minyak Kayu Putih di Reuni Akbar Smansa

Baca juga: Momen Airlangga Hartarto dan Ali Baham Temongmere Reuni di Acara Pelantikan Paulus Waterpauw

Pantauan TribunPapuaBarat.com, Sabtu (4/5/2024) malam, puncak acara reuni akbar Smansa Fakfak tersebut dipusatkan di Gedung Koni Kabupaten Fakfak Papua Barat. 

Alumni dari angkatan pertama hingga 2023 berkumpul dan temu kangen bersama, serta diisi dengan acara hiburan. 

Ali Baham Temongmere dan Muhammad Musaad tampak berpelukan, mengingat momen saat bersekolah di SMA Negeri 01 Fakfak atau SMAN 416 Fakfak

Ali Baham Temongmere dan Mohammad Musa'ad merupakan angkatan 1985. 

Bedanya, Ali Baham Temongmere memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Mohammad Musaad mengambil Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

Tampak, Ali Baham Temongmere dan Muhammad Musaad hadir dalam acara temu kangen alumni Smansa Fakfak dengan menggunakan seragam putih abu-abu selayaknya anak SMA. 

"Tentu waktu zaman saya di tahun 1985 itu perjuangan untuk sekolah tidak mudah, sangat sulit, pokoknya berbanding terbalik dengan saat ini," kenang Ali Baham Temongmere dikutip TribunPapuaBarat.com di acara reuni akbar Smansa Fakfak, Sabtu (4/5/2024). 

Ali Baham Temongmere mengatakan, kala itu sepasang sepatu pun tak mampu dibelinya untuk menunjang kebutuhan sekolah. 

"Karena kondisi ekonomi keluarga sulit dan harus menggunakan milik orangtua yang saat itu dalam jabatannya sebagai Kepala Kampung Wayati," tandasnya. 

Meskipun berangkat dari latar belakang anak kampung, Ali Baham Temongmere bertekad pantang menyerah dan berani tampil bersaing dengan siswa-siswi di kota yang mempunyai kemampuan dan keterampilan di atas rata-rata. 

"Untuk itu dalam kesempatan ini saya berterimakasih untuk yang telah membantu saya, kemudian saya mau memberikan motivasi untuk yang masih sekolah agar harus punya tekad berani dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu meski punya keterbatasan," tandasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved