Senin, 13 April 2026

Berita Papua Barat

Dinas P3A Papua Barat Luncurkan Si-Pande, Berikut Kegunaannya

Dengan begitu, Si-Pande akan menjadi solusi inovatif dalam upaya pengarusutamaan gender di Papua Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Dinas P3A Papua Barat Luncurkan Si-Pande, Berikut Kegunaannya
Istimewa
Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa meluncurkan aplikasi Si-Pande di Hotel Swissbell Manokwari, Senin (8/7/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Papua Barat meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran Gender (Si-Pande).

Peluncuran aplikasi itu diresmikan Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, Senin (8/7/2024) kemarin.

Fasilitator Gender, DP3A Papua Barat Jack Lawandi menjelaskan, Si-Pande berguna untuk mendukung komponen perencana perangkat daerah dalam mengidentifikasi dan menganalisis program kegiatan yang responsif terhadap gender.

Baca juga: Dinas Pendidikan Papua Barat Utus Tujuh Pelajar SLB Ikut LKS Nasional 2024

Baca juga: Pemkab Fakfak Papua Barat Rencana Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Anak Sekolah

Dengan begitu, Si-Pande akan menjadi solusi inovatif dalam upaya pengarusutamaan gender di Papua Barat.

"Melalui Si-Pande, OPD dapat mengidentifikasi apakah program kegiatan yang telah disusun, telah memperhatikan aspek gender atau belum," jelas Jack Lawandi, Selasa (9/7/2024).

Lebih lanjut, Jack menjelaskan Si-Pande dirancang untuk memfasilitasi perencanaan dan focal point di setiap OPD dalam mengidentifikasi program kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender.

"Si-Pande ini membantu OPD melihat secara jelas program kegiatan mana yang sudah responsif gender, mana yang masih perlu direvisi, dan mana yang perlu ditambahkan untuk mencapai tujuan kesetaraan gender," imbuhnya.

Dirinya optimis Si-Pande akan menjadi alat yang efektif dalam mendorong kesetaraan gender di Papua Barat.

Apalagi, ia memastikan implementasi pengarusutamaan gender menjadi fokus utama dalam pembangunan di Papua Barat.

"Karena yang diharapkan adalah program dan kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang gender," pungkas Jack.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved