Kematian Serda Didin Dianggap Janggal, Kodam Kasuari Disebut Akan Investigasi
Keluarganya di Denpasar, Bali, merasa ada kejanggalan lantaran diduga ada tanda-tanda kekerasan di jenazah Serda Didin.
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kasus gugurnya Serda I Gede Didin Saputra sedang menjadi sorotan. Ia merupakan bintara remaja Yonif 762/VYS Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat.
Serda Didin meninggal dunia pada Minggu 7 Juli 2024 di RSUD Sele Be Solu, Sorong, Papua Barat Daya.
Keluarganya di Denpasar, Bali, merasa ada kejanggalan lantaran diduga ada tanda-tanda kekerasan di jenazah Serda Didin.
Dikabarkan jenazah dalam keadaan lebam, ada darah di keranda, kaki bengkak, bekas cekik di leher, dada lebam, dan bekas luka di pipi.
Baca juga: Mayjen TNI Haryanto Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Kodam XVIII/Kasuari, Ini Pesannya
Pada 8 Juli 2024, jenazah Serda Didin diautopsi di RSUP Prof Dr Ngoerah.
Pada Selasa 16 Juli 2024, keluarga I Gede Didin Saputra melaporkan secara resmi kasus tersebut ke Kodam IX/Udayana.
Laporan pengaduan itu yang diterima oleh Kapten Cpm IBK Surya Anthara dan diketahui oleh Kepala Seksi Penyidikan Pomdam IX/Udayana Mayor Cpm I Dewa Gede Alit Putra.
Saat dikonfirmasi, Komandan Pomdam IX/Udayana, Kolonel Cpm Unggul Wahyudi, mengatakan pengaduan itu sedang ditindaklanjuti.
Menurutnya, investigasi kasus ini akan dilakukan Kodam XVIII/Kasuari.
"Investigasi nanti dari Kasuari, karena TKP-nya (lokasi kejadian) ada di sana," katanya saat dihubungi Tribun Bali, Minggu 21 Juli 2024.
Baca juga: Ali Baham Temongmere Kunjungi Kodam XVIII Kasuari, Ini Kata Brigjen Yusuf Ragainaga
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana, juga mengatakan hal yang sama.
"Sesuai locus. Segala laporan dan data bawa ke sana, nanti dari Kodam Kasuari yang investigasi," katanya melalui telepon.
Penyebab meninggalnya Serda Didin masih simpang siur.
Mulai dari kabar akibat kontak tembak dengan OPM (Organisasi Papua Merdeka), sakit infeksi hati dan empedu, hingga dugaan kekerasan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Kematian Janggal Serda Gede Saputra di Papua Resmi Dilaporkan Keluarga, Ini Respon Kodam Udayana
| Harga Cabai 130.000 Per Kilo, Pedagang di Pasar Baru Kaimana Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Mahasiswa Fakfak Pertanyakan Soal Penyaluran Beasiswa 1.000 Mahasiswa |
|
|---|
| Pemkab Kaimana Segera Serahkan KUA PPAS 2026 ke DPRK Kaimana |
|
|---|
| Masuk 2026, Pelindo Fakfak Pelan-pelan Benahi Kualitas Pelayanan |
|
|---|
| Bakso Teratas Sering Sumbang Inflasi Papua Barat pada 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pemakaman-Serda-I-Gede-Didin-Saputra-yang-dilaporkan-meninggal-di-Sorong.jpg)