Jumat, 1 Mei 2026

Bakso Teratas Sering Sumbang Inflasi Papua Barat pada 2025

Selain bakso siap santap, ada dua komoditas lain yang menyumbang inflasi Papua Barat dengan frekuensi yang sama.

Tayang:
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto Bakso Teratas Sering Sumbang Inflasi Papua Barat pada 2025
Doc: FKUB Provinsi Papua Barat/R Julaini
INFLASI 2025 - Kepala BPS Papua Barat, Merry (tengah) memaparkan sejumlah indikator penting di Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam jumpa pers di Kantor BPS Papua Barat, Senin (5/1/2026) siang. Inflasi tahun 2025 Papua Barat tercatat sebesar 2,59 persen. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bakso siap santap menjadi komoditas dalam kelompok makanan yang sering menyumbang angka inflasi di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2025.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Merry, dalam Press Release Indikator Penting Papua Barat dan Papua Barat Daya, di Kantor BPS Papua Barat, Kelurahan Sowi, Senin (5/1/2025) siang.

BPS Papua Barat mencatat frekuensi bakso siap santap menjadi penyebab inflasi ialah sebanyak 11 kali. Bakso dengan demikian muncul jadi penyebab inflasi di 11 dari 12 bulan sepanjang tahun 2025.

Adapun inflasi Papua Barat sepanjang 2025 adalah 2,59 persen. Angka ini sama dengan inflasi year to year (tahun ke tahun) pada Desember 2024.

Baca juga: BI Papua Barat Gelar “Torang Locavore” Dorong Cinta Pangan Lokal dan Edukasi Inflasi

 

"Angka ini masih dalam rentang target inflasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2021. Target inflasi tahun 2024-2025 adalah sebesar 2,5 plus minus 1 persen," kata Merry.

Selain bakso siap santap, ada dua komoditas lain yang menyumbang inflasi Papua Barat dengan frekuensi yang sama.

Kedua komoditas itu masing-masing ialah emas perhiasan dan biaya SMA (pendidikan).

Lebih lanjut, Merry menyatakan penyumbang utama inflasi secara year to year di Papua Barat adalah kelompok transportasi.

"Kelompok ini memiliki andil sebesar 0,82 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi kelompok ini adalah tarif angkutan udara, bensin dan mobil," ujar Merry.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved