Berita Manokwari
Yansen Saragi Ungkap Penyebab Tidak Berkembangnya Pantai Pasir Putih Manokwari
Yansen Saragi berharap, masyarakat pemilik hak ulayat bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun kembali Pantai Pasir Putih.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pp24.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Pantai Pasir Putih, Manokwari Papua Barat menjadi satu dari sekian objek wisata yang populer di kalangan masyarakat setempat.
Letaknya pun tak jauh dari titik nol kilometer Kabupaten Manokwari.
Hanya saja, objek wisata itu belum berkembang maksimal.
Baca juga: Soal Sampah di Pantai Pasir Putih Manokwari: Pagi Sapu, Sore Hari Kotor Lagi
Baca juga: BPPSDM Papua Barat Gelar Pelatihan Pelatih Pemandu Wisata Berbasis Kompetensi
Kepala Biro Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Papua Barat Yansen Saragi mengatakan, Pantai Pasir Putih, ada beberapa fakto penyebab tidak berkembangnya Pantai Pasir Putih Manokwari.
Di antaranya, persoalan hak ulayat, tak adanya pajak bagi pedagang yang berjualan serta bantuan dari pemerintah yang diklaim oleh oknum-oknum.
"Hal ini menjadi permasalah dalam membangun Pantai Pasir Putih. Padahal jika dikelola dengan baik maka akan jauh lebih berkembang," kata Yansen Saragi saat diwawancarai Tribun, Sabtu (4/8/2024).
Menurut Yansen, jika faktor-faktor itu dibiarkan, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan memilih tempat wisata lainnya.
Olehnya itu sambung Yansen, Pantai Pasir Putih sebaiknya dikelola kembali oleh pemerintah setempat.
"Pantai Pasir Putih harus kembali ditata dan dikelola oleh pemerintah daerah," ucapnya.
Yansen Saragi berharap, masyarakat pemilik hak ulayat bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun kembali Pantai Pasir Putih.
(*)