Sabtu, 2 Mei 2026

PSSI Pecat 43 Pegawai, Erick Thohir: Saya Ingin Memperbaiki Sepak Bola Indonesia

"Kami mau memperbaiki secara menyeluruh. Jantungnya di PSSI, semua stakeholder ingin sepak bola bersih dan berprestasi," kata Erick Thohir.

Tayang:
zoom-inlihat foto PSSI Pecat 43 Pegawai, Erick Thohir: Saya Ingin Memperbaiki Sepak Bola Indonesia
Tribunnews/Alfarizy
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat peluncuran Liga 2 di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM -  Federasi sepak bola Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), memecat 43 pegawai.

Ketua PSSI, Erick Thohir, mengatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk bersih-bersih di sepak bola Indonesia, terutama di internal PSSI.

Pemecatan terhadap puluhan pegawai PSSI itu, ucapnya, menyusul hasil audit internal yang menemukan penyalahgunaan wewenang, yakni memanfaatkan aset digital.

"Saya ingin memperbaiki sepak bola Indonesia. Ini amanah masyarakat dan stakeholder sepak bola komitmen pembangunan sepak bola yang bersih dan prestasi," ujarnya saat peluncuran Liga 2 di Jakarta, Selasa (03/09/2024), dikutip dari laman PSSI.

Baca juga: Jawaban Persis Solo setelah Dapat Sanksi Komdis PSSI, Tanyakan Kriteria Suporter Tamu

 

Menurut Erick Thohir, pegawai itu menggunakan foto-foto dokumentasi kegiatan Timnas Indonesia untuk keperluan lain.

Pendapatan dari adsese akun sosial media PSSI yang sudah di-monetize, seperti YouTube masuk ke rekening pribadi.

Erick tak mau aset PSSI dikelola pribadi dan ada kegiatan berupa cashback.

"Kami mau memperbaiki secara menyeluruh. Jantungnya di PSSI, semua stakeholder ingin sepak bola bersih dan berprestasi," kata Erick Thohir.

Ia berjanji akan terus fokus untuk bersih-bersih di Timnas Indonesia dan Liga 1.

Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut PSSI memecat 43 karyawan karena ingin perubahan atau transformasi PSSI.

Bahkan, ucapnya, PSSI sudah minta konsultan untuk terlibat dalam pembenahan tersebut.

Baca juga: Asprov PSSI Papua Barat Daya Segera Dibentuk, Faisal Kelian: Dua Minggu Lagi KLB

"Perubahan juga dengan melakukan kriteria dimasing-masing bagian yang dibutuhkan," katanya, Senin (02/09/2024).

PSSI, ucapnya, juga menemukan adanya karyawan yang bekerja tidak profesional.

"Ada karyawan yang pegang dokumentasi digital PSSI, tapi malah membuat akun sendiri, memanfaatkan aset digital PSSI dimasukkan ke akun itu. Bahkan akun-akun tersebut dijual," ujar Arya Sinulingga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved