Jumat, 5 Juni 2026

BMKG Manokwari Ingatkan Soal Potensi Kekeringan Ekstrem Sejak September Mendatang

"Prediksi untuk beberapa hari ke depan memang masih terdapat curah hujan yang rendah di wilayah Kabupaten Manokwari," Kata Wendel

Tayang:
zoom-inlihat foto BMKG Manokwari Ingatkan Soal Potensi Kekeringan Ekstrem Sejak September Mendatang
TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
Forecaster BMKG Manokwari, Wendel, di ruang kerja di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (18/09/2024). 


TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari, Papua Barat, melaporkan Kabupaten Manokwari dan sekitarnya mulai memasuki kemarau pada akhir September 2024.

BMKG memprediksi musim kemarau bakal lebih panjang dan berpotensi memicu kekeringan ekstrem.

Forecaster BMKG Manokwari, Wendel, mengatakan di Manokwari dalam beberapa waktu ke depan tidak akan turun hujan lebat karena memasuki musim kemarau.

"Prediksi untuk beberapa hari ke depan memang masih terdapat curah hujan yang rendah di wilayah Manokwari," Kata Wendel, Rabu (18/9/2024). 

Menurutnya, musim kemarau akan datang pada akhir September yang diakibatkan oleh angin timur.

Hal ini juga akan berdampak pada beberapa bidang sektoral terutama di bidang pertanian.

Baca juga: Bersiap Memasuki Musim Kemarau 2024, Berikut Saran BMKG Stasiun Klimatologi Papua Barat

 

"Jika kemarau berkelanjutan dalam waktu lama, kondisi perairan di lahan pertanian akan terjadi kekeringan," ujarnya.

Tanaman pertanian yang umumnya membutuhkan air banyak, pada musim kemarau ini akan susah mendapatkan air sehingga berpotensi menggangu pertumbuhan dan kesuburan tanaman.

Untuk gelombang air laut, ucap Wendel, dalam beberapa hari ke depan masih cukup tenang dan tak masuk kategori gelombang tinggi. Wilayah perairan pesisir pantai dalam kondisi aman.

Baca juga: BMKG Sorong Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Atmosfer Rossby di Wilayah Udara Fakfak 

Ia juga melaporkan suhu di Manokwari saat ini berkisar 27 derajat sampai 30 derajat Celcius. Hal ini disebabkan oleh angin timur yang membawa masa udara kering dari wilayah Selatan Indonesia yang bertiup ke arah Asia.

Wendel pun berharap agar hati-hati jika ingin membakar lahan karena berpotensi menyebabkan kebakaran meluas. 

Dalam waktu dekat, ucapnya, diprediksi bisa terjadi terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang datang tiba-tiba terutama di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana hidrologi yang dapat terjadi," kata Wendel.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved