Berita Fakfak

Syebu dan Butong bersama Generasi Tua Fakfak, Suara Jeritan Kembalikan Pangan Lokal 

"Orang tua saya dulu adalah petani, kami manfaatkan lahan yang ada di dusun kami untuk berkebun, tanam keladi, petatas dan pisang," katanya. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
Potret mama-mama Papua di Kabupaten Fakfak Papua Barat mengkonsumsi pangan lokal berupa syebu (petatas atau ubi jalar) dan butong (keladi isi banyak), Jumat (27/9/2024). 

"Kebijakan ini baik karena kita bisa selingan dengan konsumsi pangan lokal supaya tidak lupa, karena kita harus juga berpikir apa jadinya kalau terjadi kelangkaan beras suatu waktu, sebab beras dari padi ini tidak tumbuh di Fakfak, tetapi di bawa dari luar," katanya. 

Terlepas dari persoalan itu, Eni Kapaur menekankan sebagai Orang Asli Papua (OAP) harus bangga dan mencintai pangan lokalnya sendiri. 

"Karena makanan pokok kita kita seperti keladi, ubi atau petatas ini adalah pangan lokal kota yang merupakan jati diri kita sehingga harus terus dilestarikan di tengah gempuran nasi sebagai pangan nasional," katanya. 

Untuk itu, ia berpesan kepada sesama OAP untuk memiliki kesadaran berkebun di mana minimal untuk menciptakan ketahanan pangan keluarga sendiri di rumah.

(*) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved