Berita Papua Barat
Abdul Fatah: SLB se-Papua Barat Serentak Beroperasi 2025
Lanjutnya, terkait tenaga guru yang nantinya mengajar di SLB tersebut kata pihaknya sudah menyurat ke setiap kabupaten.
Penulis: Andika Gumenggilung | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/AF4891.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Abdul Fatah menekankan, Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi prioritas.
Dikatakan Abdul Fatah, pada 2025, SLB se-Papua Barat semuanya sudah harus beroperasi.
"Kami di Dinas Pendidikan Papua Barat, salah satu yang menjadi kewenangan kita yaitu SLB. Kita berusaha mempersiapkan sarananya, sehingga di 2025 serentak sudah harus jalan," tuturnya, Senin (7/10/2024).
Baca juga: Terkait Gedung SLB di Mansel yang Sudah Tak Terawat, Ini Kata Agus Mandacan
Baca juga: Dinas Pendidikan Papua Barat Utus Tujuh Pelajar SLB Ikut LKS Nasional 2024
Dikatakan Abdul Fatah, saat ini SLB yang baru beroperasi yakni di wilayah Manokwari.
"Kalau yang di Mansel itu bangunan sudah tinggal perabotan. Fakfak dan Bintuni juga sudah ada pembangunan gedung, Kaimana juga sudah ada," ujarnya.
"Namun yang di Fakfak ini terkendala karena yang punya tanah tiba-tiba dia tidak mau lagi karena ada permasalahan teknis di sana. Tapi bukan berarti tidak ada gedung tidak jalan, kita ada kontrak gedung di sana," sambungnya.
Lanjutnya, terkait tenaga guru yang nantinya mengajar di SLB tersebut kata pihaknya sudah menyurat ke setiap kabupaten.
"Nanti mereka siapkan guru, dan kita juga siapkan anggaran untuk pelatihan. Kita nanti latih diluar, sehingga mereka sudah bisa memiliki kapasitas untuk mengajar di SLB," ucapnya.
Intinya SLB ini wajib bagi kita, SLB ini semua sudah harus jalan. Miniman satu kabupaten satu, sesuai dengan tingkat kondisi wilayah masing-masing," pungkasnya.
(*)