BPPW Papua Barat Ajak Anak Muda Tanam Pohon dan Diskusi Soal Kelestarian Lingkungan
"Ini untuk mengedukasi generasi muda Manokwari agar mampu menjaga kelestarian alam dan lingkungan," kata Piter Boroh.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Seksi-Wilayah-II-Balai-Prasarana-Permukiman-Papua-Barat-dan-dosen-Unipa.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM,MANOKWARI - Puluhan siswa SMA dan mahasiswa mengikuti talkshow yang digelar Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Papua Barat Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Selasa (8/10/2024).
Mereka SMA Negeri 1 Manokwari dan SMA Negeri 2 Manokwari, serta mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Papua (Unipa).
Kepala Seksi Wilayah II Balai Prasarana Permukiman Papua Barat, Piter Boroh, menyebut narasumber talkshow itu adalah dua akademisi Fakultas Kehutanan Unipa.
Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia.
Selain talkshow, ada juga aksi penanaman pohon.
Baca juga: Untung Tamsil Sambangi Kementerian PUPR, Dorong Realisasi Penyelesaian Pasar Thumburuni Fakfak
"Ini untuk mengedukasi generasi muda Manokwari agar mampu menjaga kelestarian alam dan lingkungan," kata Piter Boroh.
Dengan begitu, generasi muda ikut merawat keseimbangan alam yang merupakan habitat bagi umat manusia dan makhluk hidup lainnya.
"Kelestarian lingkungan itu bisa terwujud apabila semua punya pemahaman yang sama dan dimulai dari dalam diri sendiri di lingkungan terdekat," kata Piter Boroh.
Materi diskusi yang dipaparkan oleh kedua narasumber, ucapnya, berkaitan dengan keberlangsungan habitat dan lingkungan serta lingkungan perkotaan berkelanjutan.
Materi relevan dengan kondisi Manokwari yang terus mengalami perkembangan namun tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Baca juga: Disokong DAK Rp 45 Miliar, Dinas PUPR Manokwari Pastikan Peningkatan Jalan di SP
"Dua materi itu saling berkaitan. Ini penting sekali karena generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan ke depannya," kata Piter Boroh.
Selama ini, kata dia, Balai Prasarana Permukiman tetap memperhatikan hasil kajian terhadap dampak lingkungan sebelum melaksanakan program pembangunan infrastruktur.
Usulan program pemerintah daerah juga wajib menyertakan kajian lingkungan seperti dokumen analisa mengenai dampak lingkungan, upaya pengelolaan lingkungan, dan upaya pemantauan lingkungan.
"Kementerian PUPR tidak bisa melaksanakan kegiatan tanpa kajian lingkungan dan kami sudah sosialisasikan ke semua pemerintah daerah," kata Piter Boroh.
| PPI MIB dan FEB Unipa Dorong Semangat Belajar Anak-anak di Pesisir Manokwari Utara |
|
|---|
| Amnesty Unipa Kecam Dugaan Tindakan Represif Aparat dalam Peristiwa Tambrauw dan Dogiyai |
|
|---|
| Refleksi Jumat Agung: Amnesty Unipa Singgung Penderitaan dan Isu HAM Papua |
|
|---|
| Amnesty Unipa Desak Polisi Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS |
|
|---|
| Presma Unipa Desak Evaluasi Dana Otsus Papua: "Gemuk Struktur, Implementasi Lemah" |
|
|---|