10 Pelajar Manokwari Raih Medali Emas di Kompetensi Internasional Karya Sains di Bali
Mereka terdiri dari siswa SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Katolik Vilanova, dan SMA Taruna Kasuari Nusantara.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Foto-bersama-Tim-Papua-Bisa-yang-meraih-medali-emas.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM,MANOKWARI - Sepuluh pelajar SMA asal Kabupaten Manokwari, Papua Barat, meraih medali emas dalam ajang International Science And Invention Fair (ISIF) di Bali pada 5-9 November 2024.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara.
Tim Papua Bisa berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan dua penelitian inovatif.
Mereka terdiri dari siswa SMA Negeri 1 Manokwari, SMA Negeri 2 Manokwari, SMA Katolik Vilanova, dan SMA Taruna Kasuari Nusantara.
Tim Papua Bisa mencetak prestasi membanggakan dalam kategori Environmental Science dan Life Science hingga membawa pulang NWERA Special Award dan IYSA Grand Award.
Baca juga: Mengenal Petrus Saiba, Anak Papua Peraih Medali Emas Sains Internasional Berkat Meneliti Barapen
Untuk kategori Environmental Science, tim diisi Ekandre Kimber (SMAN Taruna Kasuari Nusantara); Ade Jayden, Immanuela Kezia Yahui, Kayla Gadiza Walla (SMA Negeri 1 Manokwari); dan Nemezio Pegan (SMA Katolik Vilanova).
Fokus pada isu lingkungan, mereka berhasil mengidentifikasi parasit berbahaya pada kerang tahu (Meretrix meretrix) di perairan Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Penelitian mendalam mereka soal dampak parasit ini terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan mampu memukau juri hingga meraih medali emas dan NWERA Special Award dari Romania.
"Kami meneliti pengaruh kualitas air terhadap perkembangan bio-parasit pada kerang tahu di perairan wosi selama tujuh bulan," kata ketua tim, Immanuela Kezia Yahui, Rabu (13)/11/2024).
Keberadaan parasit ini, ucapnya, bisa mengancam populasi kerang dan mata pencaharian nelayan setempat.
Baca juga: Profil Sarah Simanjuntak, Bawa Papua Barat Raih Emas di Sains Internasional, Angkat Tradisi Barapen
Tim yang berkompetisi di kategori Life Science terdiri dari Yisrael Rumadas, Evelin Payungallo, dan Salsabila Soraya dari SMA Negeri 1 Manokwari serta Agrielycia Pondan dan Bherlind Tangdiaga dari SMA Negeri 2 Manokwari.
Mereka berhasil mengembangkan produk olahan dari tanaman kayu akway khas Papua yang memiliki potensi besar untuk mengobati hipertensi.
Penelitian ini sangat relevan mengingat tingginya angka penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi di Papua.
Ketua tim, Salsabila Soraya, mengatakan tanaman kayu akway memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah.
Kabupaten Manokwari
Papua Barat
medali emas
SMA Negeri 2 Manokwari
SMA Katolik Vilanova
SMA Taruna Kasuari Nusantara
| Brigjen Sulastiana: Anggota Polda Papua Barat Jangan Merusak Institusi dengan Judi |
|
|---|
| Aksi Damai Pemuda Suku Besar Arfak Desak Menag RI Definitifkan Barnabas Dowansiba |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Papua Barat Selasa 12 Mei 2026, Fakfak dan Kaimana Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Kanwil Ditjenpas Papua Barat Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Handphone Ilegal |
|
|---|
| Wabup Kaimana Hadiri Apel Damai Siswa Taruna Kasuari: Perselisihan Jadi Pelajaran |
|
|---|