Kamis, 9 April 2026

Kemenag Papua Barat

Hari Amal Bhakti ke-79, Menag: Indonesia Emas Terwujud Jika Umat Rukun dan Harmonis

Dalam upacara itu, Luksen membacakan pesan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, yang menekankan peran Kemenag

Tayang:
zoom-inlihat foto Hari Amal Bhakti ke-79, Menag: Indonesia Emas Terwujud Jika Umat Rukun dan Harmonis
Kemenag Papua Barat
Kepala Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor, saat peringatan ke-79 Hari Amal Bhakti (HAB), Jumat (3/01/2025).  

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen memajukan kerukunan umat beragama dan menciptakan kehidupan yang harmonis di Indonesia. 

Komitmen itu disampaikan Kepala Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor, saat upacara bendera peringatan ke-79 Hari Amal Bhakti (HAB), Jumat (3/01/2025). 

Dalam upacara itu, Luksen membacakan pesan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, yang menekankan peran Kemenag dalam Asta Cita Pemerintah Prabowo-Gibran.

Hari Amal Bhakti tahun ini mengusung tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas".

"Indonesia Emas dapat terwujud jika umat hidup rukun dan harmonis," kata Nasaruddin Umar.

Baca juga: Kakanwil Kemenag Papua Barat Resmikan Gedung Baru MTs Negeri Kota Sorong

 

Ia mengingatkan kembali pidato Menteri Agama pertama pada 4 Januari 1946 yang menyatakan misi Kemenag adalah memelihara dan menjamin kepentingan agama-agama dan pemeluk-pemeluknya.

"Tugas penting Kemenag adalah menjaga religiusitas masyarakat, kebebasan beribadah, meningkatkan kualitas intern dan antarumat beragama," ujar Nasaruddin Umar melalui Luksen Jems Mayor.

Kemenag, ucapnya, juga berperan untuk meningkatkan kualitas pendidikan semua warga.

"Laki-laki dan perempuan, yang kaya dan kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas harus mendapatkan pendidikan agama dan keagamaan yang setara," kata Menag.

Ia pun mendukung program makan gizi gratis di lembaga pendidikan binaan Kemenag.

Selain itu, ucapnya, Kementerian Agama juga konsen pada pemberdayaan ekonomi.

Baca juga: Open House, Kakanwil Kemenag Papua Barat: Natal Kali Ini Punya Kesan Tersendiri

Antara lain melalui program kemandirian pesantren, pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta optimalisasi pemberdayaan tata kelola zakat, wafat, dana punia, dan gerakan filantropi.

Tujuannya untuk menciptakan reformasi birokrasi yang lebih transparan dan berintegritas.

Nasaruddin Umar juga mengajak agamawan untuk merespons ancaman kekurangan bahan makanan lantaran kerusakan alam, bencana ekologis, dan perubahan iklim yang berpotensi melahirkan kemiskinan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved