Berita Fakfak
Panitia Imlek 2025 Pasang 100 Lampion di Jalan Izak Telussa Fakfak
"Tentunya ini untuk menyemarakkan dan sebagai ungkapan syukur merayakan tahun baru cina atau Imlek 2025 ini," katanya.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Lampion-di-Jakarta-Imlekan-di-kawasan-kuliner-dan-kreatif-Thamrin-10.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dalam menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2025, sebanyak 100 lampion akan dipasang di Kawasan Pertokoan Jalan Izak Telussa, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Itu disampaikan Koordinator Perayaan Imlek di Fakfak, Silvester Sia kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Selasa (21/1/2025).
"Kami panitia menyediakan kurang lebih 100 lampion untuk dipasang di Kawasan Pecinan, Jalan Izak Telussa Kota Fakfak," katanya.
Baca juga: Imlek 2024, Tiga Barongsai Hibur Pengunjung yang Padati Manokwari City Mall
Baca juga: Menjelang Imlek 2025, Kelenteng Sehati di Kota Fakfak Papua Barat Mulai Berbenah
Nantinya lampion-lampion tersebut dipasang oleh warga Tionghoa khususnya para pemuda.
Pihaknya juga telah mengimbau masyarakat etnis Tionghoa di Kabupaten Fakfak Papua Barat untuk memasang lampion pada rumah atau kediaman masing-masing secara mandiri.
"Tentunya ini untuk menyemarakkan dan sebagai ungkapan syukur merayakan tahun baru cina atau Imlek 2025 ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, Silvester Sia menegaskan perayaan Imlek di Kabupaten Fakfak untuk tahun 2025 diadakan dengan kesederhanaan namun penuh makna.
"Tidak mengurangi esensi dari Imlek itu sendiri tetapi kita lebih mengadakannya dengan sederhana saja, makan-makan dan kumpul keluarga," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, momen perayaan Imlek tahun 2025 ini dimanfaatkan etnis Tionghoa untuk berlibur ke luar Kota Fakfak.
"Ini dikarenakan momennya libur panjang karena rentetan dengan peringatan Isra Mi'raj untuk Muslim sehingga libur panjang mereka manfaatkan untuk berlibur ke luar kota," katanya.
Sekadar diketahui, masyarakat etnis Tionghoa telah sejak lama hidup berdampingan di Kabupaten Fakfak.
(*)