Sabtu, 11 April 2026

Berita Fakfak

Emil Hindom Respon Penolakan Pemekaran Kokas: Itu Hanya Oknum 

"Sehingga menurut hemat kami, apabila ada yang keberatan dengan pemekaran DOB Kabupaten Kokas, stop mengatasnamakan masyarakat," tegas Emil Hindom. 

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Emil Hindom Respon Penolakan Pemekaran Kokas: Itu Hanya Oknum 
TribunPapuaBarat.com//Aldi
Ketua Koordinator Tim CDOB Kabupaten Kokas di Jakarta, Emil Hindom menyampaikan responnya kepada TribunPapuaBarat.com terkait adanya penolakan pemekaran Kokas dari Kabupaten Fakfak. Ia menyebutkan itu hanya oknum dan tidak mewakili masyarakat, Minggu (2/3/2025). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Ketua Koordinator Tim CDOB Kabupaten Kokas di Jakarta, Emil Hindom merespon adanya penolakan pemekaran Kokas dari Kabupaten Fakfak

Ia menegaskan penolakan tersebut hanya datang dari oknum, bukan mewakili keseluruhan masyarakat. 

"Kami perlu menegaskan bahwa sejak awal dirinya dan Tim CDOB Kabupaten Kokas bersama masyarakat dari Tanisipata sampai Wamosan Tanah Rata masih berdiri satu tujuan yakni pemekaran DOB Kabupaten Kokas," jelasnya kepada TribunPapuaBarat.com dikutip di Fakfak, Minggu (2/3/2025). 

Baca juga: Yohana Dina Hindom Sampaikan Percepatan Pemekaran Kabupaten Kokas ke Komisi V DPR RI 

Baca juga: Pemuda Distrik Teluk Patipi Tolak Keras Pemekaran Kabupaten Kokas dari Fakfak

Dikatakannya, karena itu adalah harapan dan tuntutan masyarakat untuk pemerataan pembangunan.

"Perlu diketahui terdapat 65 RUU dan 22 daerah yang sudah diampreskan oleh mantan Presiden ke-6 RI yakni Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," tandasnya. 

Namun dikatakannya kala itu, pada tahun 2014 terjadi deadlock di DPR RI sehingga mengakibatkan penundaan pengesahan DOB bagi daerah-daerah yang sudah memiliki RUU dan Ampres.

"Oleh karena itu, sampai hari ini Tim Pemekaran DOB Kabupaten Kokas terus berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia saat ini, yakni Bapak Prabowo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka," jelasnya. 

Tujuannya dikatakannya, untuk dapat segera merealiasikan harapan masyarakat guna pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

"Sehingga menurut hemat kami, apabila ada yang keberatan dengan pemekaran DOB Kabupaten Kokas, stop mengatasnamakan masyarakat," tegas Emil Hindom

Ia menyarankan kepada siapa saja yang tidak suka atau keberatan dengan pemekaran CDOB Kokas, jangan mengatasnamakan masyarakat terkhusus masyarakat Teluk Patipi

"Karena masyarakat Teluk Patipi melalui perwakilah tokoh dan para kepala kampung justru mendukung pemekaran DOB Kabupaten Kokas sejak lalu," katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan, perihal sejak kapan sosok Ali Sagara diangkat sebagai Ketua Pemuda Teluk Patipi

"Saya justru baru tau sekarang dan saya rasa secara umum masyarakat di Teluk Patipi juga tidak mengetahui bahwa saudara sudah diangkat sebagai Ketua Pemuda untuk mewakili suara masyarakat Teluk Patipi," tambah emil.

Pihaknya menekankan, amanah pemekaran DOB Kabupaten Kokas adalah suara murni masyarakat. 

"Aspirasi itu yang kini sedang dibahas di pusat terkhusus Kementerian Dalam Negeri," tuturnya. 

Oleh karena itu, Emil mengimbau agar oknum-oknum atau elit-elit tertentu untuk stop bernamuver yang di mana akan merugikan aspirasi masyarakat itu sendiri. 

"Terkecuali yang bersangkutan siap menerima konsekuensi kemarahan masyarakat," tandasnya.

(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved