30 Ribu Rumah Subsidi Akan Dibangun untuk Tenaga Kesehatan
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, gembira karena program rumah subsidi bagi tenaga kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Menteri-Perumahan-dan-Kawasan-Permukiman-Maruarar-Sirait.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pemerintah mengalokasikan 30 ribu rumah subsidi bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Syarat utama penerima rumah subsidi adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kuota rumah subsidi bagi tenaga kesehatan itu terbagi menjadi tiga bagian.
Sebanyak 15 ribu rumah untuk perawat, 10 ribu rumah untuk bidan, dan 5 ribu rumah untuk tenaga kesehatan masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melalui siaran pers pada Senin (24/3/2025), menyebut pembangunan puluhan rumah subsidi tersebut sebagai komitmen Presiden Prabowo Subianto mendukung tenaga kerja medis.
Maruarar belum menyebutkan lokasi pembangunan 30 ribu rumah subsidi tersebut.
Bersama BTN, BP Tapera -pengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)- akan menyalurkan rumah subsidi ini.
Baca juga: Sambil Menunggu Kebijakan Pusat, Direktur RSUD Fakfa Beri Keleluasaan untuk Nakes Honorer
Syarat utama penerima rumah subisidi adalah MBR dan belum punya rumah.
Maksimal penghasilan Rp 6 juta per bulan untuk yang belum menikah dan Rp 8 juta untuk yang sudah menikah.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, gembira karena program rumah subsidi bagi tenaga kesehatan.
"Terobosan Pak Ara (Maruarar) luar biasa. Terima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Menteri Ara yang memberikan bantuan perumahan kepada nakes di seluruh Indonesia," katanya.
Total, Kementerian PKP telah mengalokasikan 70 ribu rumah bagi tenaga kesehatan, pekerja migran, dan tenaga pendidikan yang memenuhi kriteria MBR.
Sebelumnya, ada alokasi 20 ribu rumah subsidi bagi tenaga pendidik dan 20 ribu rumah subsidi bagi pekerja migran Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Siapkan 30 Ribu Rumah Subsidi Bagi Tenaga Kesehatan
| Presiden Subianto Diharapkan Buka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari |
|
|---|
| Presiden Prabowo Resmikan Dapur SPPG Terpencil di Kampung Wamesa Kaimana |
|
|---|
| Dr. Filep Wamafma: Putra-Putri Papua Harus Jadi Dokter Spesialis Lewat Beasiswa Afirmasi |
|
|---|
| DPD Solmet Papua Barat Sampaikan Pengaduan Nakes Lokal NTT ke Kemenkes RI |
|
|---|
| Ada Pengibaran "BK" saat Kunjungan Presiden Prabowo di Inggris, Ali Kabiay: Sudah Tidak Relevan |
|
|---|