Berita Ekonomi
Harga Cabai Rawit di Fakfak Makin Pedas, Bawang Merah dan Putih Stabil
Dikatakannya, kebutuhan dapur atau rumah tangga ini menjadi penting dan kalau sudah naik harganya maka dinilai memberatkan.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Harga-cabai-pedas-25.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Masyarakat Kabupaten Fakfak Papua Barat kembali menjerit pasca Hari Raya Idulfitri 1446 H, pasalnya sejumlah harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) mengalami lonjakan tajam.
Pantauan TribunPapuaBarat.com Senin (7/4/2025), harga bahan pokok di Pasar Tradisional Tanjung Wagom, Fakfak, Papua Barat, masih mengalami fluktuasi.
"Yang masih belum stabil itu kayak cabai, sayuran dan bawang, dari sebelum lebaran juga sudah mahal kalau boleh jujur," sebut salah satu pedagang, Irma kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Senin (7/4/2025).
Baca juga: Polres Teluk Bintuni Pantau Stok Pangan di Pasar Sentral Harga Cabai Tembus Rp 150 Ribu Per Kilogram
Baca juga: BI Kolaborasi dengan Poktan Eka Bakti Tanam Cabai Berbasis MA-11, Pengendalian Inflasi Pangan
Untuk komoditas semisal bawang, memang ada lonjakan kenaikan bawang bombai dari semula Rp 60.000 menjadi Rp 80.000 per kilonya.
"Rata-rata dijual seperti itu di sini, terus kalau harga bawang merah dan bawang putih masih terbilang normal lah karena kita jual itu Rp 60.000," bebernya.
Tak hanya bawang, komoditas cabai rawit juga mengalami kenaikan harga yang cukup "pedas" di Kabupaten Fakfak.
"Kenaikan paling terlalu dirasakan sekali itu untuk cabai kecil yang sekarang kitong (kita) jual dengan harga Rp 100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp 80 ribu," bebernya.
Sementara cabai besar masih dijual Rp 80 ribu per kilogram dan masih terbilang normal.
Sementara itu, salah satu warga yang sedang berbelanja, Ria kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak mengaku resah dengan harga yang tidak stabil dan menunjukkan tren kenaikan.
"Kami baru saja habis lebaran ini pengeluaran banyak, dan ini lihat harga kebutuhan dapur di pasar menjadi tambah kepikiran," ujarnya mengeluh.
Dikatakannya, kebutuhan dapur atau rumah tangga ini menjadi penting dan kalau sudah naik harganya maka dinilai memberatkan.
Harga wortel dan kentang yang semula Rp 30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 40 ribu.
"Kalau kita beli tomat, dan jeruk juga mengalami kenaikan,".
(*)