Dokter Residen Pelaku Rudapaksa Ternyata Punya 2 Korban Lain di RSHS Bandung
Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Surawan, mengatakan ada dua korban lain dalam kasus serupa yang dilakukan dokter residen itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kasus-rudapaksa-keluarga-pasien-RSHS-Bandung-oleh-dokter-residen.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Polda Jabar mengungkap dua korban lain dokter residen yang merudapaksa anggota keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung.
Terbaru kasus rudapaksa oleh dokter residen bernama Priguna Anugerah tersebut terjadi di lantai 7 RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 dini hari.
Setelah kejadian yang menimpa korban berinisial FH itu, Priguna ditangkap Polda Jawab Barat pada 28 Maret 2025 dan menjadi tersangka.
Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Surawan, mengatakan ada dua korban lain dalam kasus serupa yang dilakukan dokter residen itu.
Saat itu, Priguna Anugerah sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).
Ia merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan spesialis di bidang anestasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung (RSHS Bandung).
Baca juga: Dokter Residen Rudapaksa Anggota Keluarga Pasien, Bius Korban Pakai 15 Kali Suntikan
Menurut Surawan, selain FH, korban lain Priguna Anugerah adalah perempuan berusia 21 tahun dan 31 tahun.
Mereka sudah diminta keterangan oleh penyidik Polda Jabar.
Ia mengatakan FH bukan korban pertama melainkan korban ketiga dalam kasus rudapaksa oleh sang dokter residen.
"Kedua korban lain ini ternyata telah menerima perlakuan yang sama dari tersangka dengan modus sama," kata Surawan di Polda Jabar, Jumat (11/4/2025).
Kasus rudapaksa yang menimpa korban pertama terjadi pada 10 Maret, sedangkan korban kedua pada 16 Maret 2025.
Baca juga: Tak Ada Dokter Anestesi untuk Operasi, Ibu Hamil dan Anak Meninggal Dunia di Sikka
Modus Priguna Anugerah, ucapnya, sama yakni berdalih akan meganalisis anestesi dan uji alergi terhadap obat bius.
"Korban-korbannya dibawa ke tempat yang sama, Gedung MCHC lantai 7," ujar Surawan.
Beda denga FH, kedua korban kasus rudapaksa sebelumnya adalah pasien RSHS Bandung.
Menurutnya, kasus Priguna Anugerah tak berkaitan dengan pengawasan RSHS Bandung, melainkan insiden.
Ruangan tersebut, ucapnya, belum digunakan RSHS.
Rumah sakit akan bersama Polda Jabar akan mengawasi dokter residen praktik di RSHS.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul UPDATE Kasus Dokter Cabul Unpad di RSHS: 2 Korban Tambahan Diperiksa, Priguna Pakai Modus yang Sama
Polda Jabar
Kota Bandung
dokter anestesi
kasus rudapaksa
obat bius
RSHS Bandung
Priguna Anugerah
dokter residen
| Ayah di Fakfak Diduga Tega Rudapaksa Putri Kandung, Pelaku Segera Ditangkap |
|
|---|
| Kasus Rudapaksa dan Pelecehan Seksual Tak Bisa Pakai Restorative Justice |
|
|---|
| Oknum Brimob Diduga Rudapaksa Remaja, Polda Maluku Tahan Terlapor |
|
|---|
| Polisi Tangkap 2 Pemuda karena Kasus Rudapaksa di Kaimana |
|
|---|
| Pria Tua di Manokwari Rudapaksa Penyandang Tunawicara, Korban pun Hamil |
|
|---|