Berita Manokwari
Kemah Paskah GBI Penuai Amban, Pererat Iman dan Kebersamaan
kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuktikan kasih Kristus melalui tindakan saling mengasihi satu sama lain.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/IS-98u.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Penuai di Amban, Manokwari, Papua Barat, mengadakan kegiatan Kemah Paskah pada Jumat, (19/4/2025).
Acara ini diikuti oleh 146 peserta, terdiri dari anak-anak pelajar tingkat SD dan pemuda jemaat, dengan tujuan mendalami kisah penderitaan dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus menjelang perayaan Paskah.
Ketua Panitia Gabriel Sasea menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan.
Baca juga: Berikut Ibadah Jumat Agung dan Rangkaian Perayaan Paskah 2025 Klasis GKI Manokwari
Baca juga: Puluhan Anak Sekolah Minggu GPKAI Paulus Ayambori Ikut Kemah Paskah
Kemah ini bertujuan mempererat hubungan antar umat Kristen dalam gereja dan lingkungan sekitar.
Ia menekankan bahwa Paskah bukan hanya momen kesedihan, tetapi juga sukacita karena Tuhan datang memberikan keselamatan bagi umat manusia.
Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuktikan kasih Kristus melalui tindakan saling mengasihi satu sama lain.
Kegiatan Kemah Paskah ini juga merupakan kesempatan bagi peserta untuk mengenang dan memaknai kisah Tuhan Yesus yang mengalami penderitaan dan kematian di kayu salib, serta kebangkitan-Nya yang membawa harapan bagi umat manusia.
Melalui kegiatan ini, Gabriel mangatakan dapat menumbuhkan iman dan karakter peserta semakin kuat dan teguh dalam mengikuti ajaran Kristus.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan kemah Paskah dapat terus terjaga dan berdampak positif bagi kehidupan sosial bermasyarakat.
"Kegiatan Kemah Paskah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperdalam iman, mempererat hubungan antar umat Kristen, dan mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
(*)