Berita Manokwari
Pelni Manokwari Optimalkan Pelayanan, Meskipun Jumlah Kapal Berkurang
"Dari keempat kapal itu pasti ada yang berdekatan dengan jadwal pelayaran ke wilayah selatan, semuanya terkoneksi di Pelabuhan Sorong,"
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/yusuf-pelni-4.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM ,MANOKWATI - PT Pelni Cabang Manokwari, Papua Barat tetap mengoptimalkan pelayanan transportasi laut.
Kepala Pelni Cabang Manokwari Yusuf mengatakan, tahun ini hanya empat kapal penumpang yang melayani rute reguler di wilayah tersebut.
"Jumlah kapal penumpang sandar di Pelabuhan Manokwari mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yang berjumlah enam kapal," kata Yusuf saat diwawancarai wartawan di Manokwari City Mall, Rabu (23/4/2025).
Baca juga: 372 Pemudik Tinggalkan Fakfak dengan KM Tatamailau, Ledakan Petasan Jadi Atensi Pelni
Baca juga: 1.114 Penumpang Kapal Pelni Tiba di Manokwari dalam Arus Balik Lebaran 2025
"Meski hanya empat kapal, tetap kita maksimalkan pelayanan kepada para penumpang. Saat peak season seperti mudik Lebaran 2025, kita beri penambahan dua armada," tambahnya.
Ia mengatakan, empat armada kapal Pelni yang beroperasi melayani rute reguler Manokwari adalah KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Dorolonda dan KM Gunung Dempo.
Keempat kapal itu mampu menampung 2.000 penumpang sekali jalan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pengguna transportasi laut di Kabupaten Manokwari.
"Jadi tiap bulannya, masing-masing kapal empat kali berlabuh di Pelabuhan Manokwari," ucapnya.
Dengan begitu maka dalam total keseluruhan dalam sebulan 16 kali kapal penumpang Pelni dapat mengangkut penumpang yang datang maupun pergi dari Manokwari.
Setiap kapal melayani rute hingga Kabupaten Jayapura, Papua untuk perjalanan ke arah timur.
Sedangkan untuk rute ke arah barat, dua kapal yaitu Gunung Dempo serta Dobonsolo bersandar hingga di pelabuhan Jakarta dan dua kapal lainnya bersandar di Pelabuhan Surabaya yaitu KM Sinabung, KM Dorolonda.
"Untuk KM Gunung Dempo bahkan rutenya ke arah barat cukup cepat, karena setelah Manokwari hanya sandar di pelabuhan besar yaitu Sorong-Makassar-Surabaya-Jakarta," ujarnya.
Ia juga menambahkan, untuk melayani penumpang yang akan berpergian ke wilayah Papua bagian selatan, Pelni menjadikan Pelabuhan Sorong sebagai hubungan kebagian selatan.
Menurutnya penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Papua bagian selatan seperti Fakfak, Kaimana, Mimika, hingga Merauke bisa transit di Pelabuhan Sorong.
"Dari keempat kapal itu pasti ada yang berdekatan dengan jadwal pelayaran ke wilayah selatan, semuanya terkoneksi di Pelabuhan Sorong," pungkasnya.
(*)