Berita Papua Barat
Aloysius Paulus Siep Reses di Insufuri, Serap Aspirasi Warga
Namun, Aloysius menyampaikan bahwa yang bisa ditangani akan dibantu sesuai kemampuan
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Aps-reses-3.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Aloysius Paulus Siep, menggelar kegiatan reses II di Kampung Persiapan Insufuri, Manokwari, Papua Barat, Jumat (30/5/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang dihadapi oleh warga.
Selama reses, warga Insufuri menyampaikan sejumlah aspirasi.
Baca juga: Rita Teurupun Reses di Kaimana, Warga Tiga Kampung Minta Dibuatkan Pemecah Ombak
Baca juga: Aloysius Siep: Pentingnya Komunikasi Intens AFK Teluk Bintuni dan AFP Papua Barat
Di antaranya, pembangunan Gereja Amos Insufuri, lapangan kerja, ketersedian air bersih dan status kampung persiapan.
Wakil Ketua Jemaat GKI Amos Insufuri Alim Albert Muday mengungkapkan, bahwa gereja yang ada saat ini masih banyak kekurangan.
Ia berharap bantuan dari Aloysius Paulus Siep untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Seringkali kami sewa tenda karena banyak umat dan juga ruang ibadah terlalu rendah sehingga kami membutuhkan kipas angin," ujarnya.
Selain itu, Masyarakat berharap adanya lapangan kerja bagi ibu rumah tangga dan pemuda yang masih menganggur.
Satu di antara Ibu rumah tangga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.
"Kadang kami harus membeli air dengan harga Rp 80.000 per profil tank, namun itu tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucap Ibu tersebut.
Adapun Warga yang menanyakan kejelasan tentang status Kampung Persiapan Insufuri yang hingga kini belum disahkan secara definitif.
Menanggapi aspirasi tersebut, Aloysius menyambut baik dan berkomitmen untuk menindaklanjuti.
"Reses ini kan mendengar aspirasi masyarakat sehingga sudah patut dan wajar kami turun dan menampung aspirasi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa dari aspirasi yang disampaikan akan dipilah dan diusahakan untuk dikabulkan satu persatu, dengan mempertimbangkan mana yang bersifat mendesak dan tidak.
"Untuk pembangunan berkelanjutan atau program yang besar, akan diusulkan ke pemerintah daerah," jelas Aloysius.