Liga 1
Manajemen Malut United Pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena, Ini Alasannya
Sebenarnya, manajemen Malut United sempat memperpanjang masa kontrak Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena hingga 2026
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Imran-Nahumarury-kanan-dan-Yeyen-Tumena-dipecat-Malut-United.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Manajemen Malut United memecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena.
Selama dua musim terakhir di Malut United, Imran bertugas sebagai pelatih, sedangkan Yeyen sebagai direktur teknik.
Sebenarnya, keduanya sudah mendapat perpanjangan masa kontrak hingga 2026 setelah mampu membawa tim ke peringkat ke-3 klasemen akhir Liga 1 2024/2025.
Belakangan, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dianggap terlibat dalam penggelapan dana sehingga dipecat demi menjaga integritas manajemen klub.
Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menyebut keduanya meminta bagian dari nilai kontrak pemain.
Selain itu, mereka juga me-mark up nilai kontrak pemain untuk disodorkan ke manajemen.
Baca juga: Fabio Lefundes Resmi Latih Borneo FC, Mulai Pimpin Terens Puhiri Cs pada Pramusim
Menurut Dirk Soplanit, tindakan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena itu terjadi sejak musim 2023/2024, saat Malut United berkompetisi di Liga 2.
"Kami punya banyak bukti transaksi uang dari siapa ke siapa. Bagi kami, itu sudah sangat tidak bisa ditolelir," kata Dirk dilansir BolaSport yang mengutip Siwalimanews.
Manajemen klub, ucapnya, telah menerima bukti transfer yang melibatkan pemain, asisten pelatih, serta agen pemain asing.
Ia menyebut Malut United mengontrak pemain asing sejak berkompetisi di Liga 2.
"Contoh untuk kontrak pemaing asing Rp 1 miliar, lalu ada fee-nya 10 persen yakni Rp 100 juta dan diambil direktur teknik," kata Dirk Soplanit.
Fee tersebut juga dibagikan kepada pelatih, yaitu Imran Nahumarury.
Baca juga: Liga Futsal Nusantara di Manokwari Kick Off 29 Juni 2025, Quin Tulalessy Beberkan Kesiapan Panitia
Dalam kasus kontrak pemain lokal, ucap Dirk Soplanit, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumen menaikkan nilai kontrak hingga dua kali lipat.
"Misalnya, pelatih memanggil pemain untuk dipakai selama satu musim oleh Malut United dengan kontrak Rp 100 juta. Mereka tambah lagi Rp 100 juta jadi totalnya Rp 200 juta," katanya.
| Fabio Lefundes Resmi Latih Borneo FC, Mulai Pimpin Terens Puhiri Cs pada Pramusim |
|
|---|
| Persija Jakarta vs PSBS Biak, Misi Bangkit Badai Pasifik Setelah Kalah dari PSIS Semarang |
|
|---|
| Buntut Kekalahan PSBS Biak dari PSIS Semarang, Emral Abus Didesak Mundur |
|
|---|
| PSBS Biak Kalah di Kandang Lawan PSIS Semarang, Dua Mantan Persib Bandung Minta Maaf |
|
|---|
| PSM Makassar vs PSBS Biak, Skuat Juku Eja Tanpa Yuran Fernandes |
|
|---|