Lonjakan Penerbangan di Kaimana Pengaruhi Tren Tranportasi Udara Papua Barat pada Mei 2025

jumlah penerbangan di Papua Barat pada Mei 2025 tercatat sebanyak 1.069 pesawat, meningkat 5,37% dibanding April 2025

TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
BPS PAPUA BARAT - Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Merry, menyampaikan data transportasi udara wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Mei 2025 di kantor BPS Papua Barat di Manokwari, Selasa (1/7/2025) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM MANOKWARI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Merry, mengungkapkan data transportasi udara di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan tren yang berbeda selama Mei 2025.

Dari hasil pengolahan data yang bersumber dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, tercatat ada delapan bandar udara di Papua Barat Daya.

Namun, data April dan Mei 2025 belum mencakup dua bandara di Papua Barat, yakni Bandara Anggi di Pegunungan Arfak dan Bandara Abreso di Manokwari Selatan.

Sementara itu, untuk Papua Barat Daya, data April belum mencakup Bandara Kabare di Raja Ampat, Bandara Ayawasi di Maibrat, serta Bandara Kebar di Tambrauw.

"Secara umum, jumlah penerbangan di Papua Barat pada Mei 2025 tercatat sebanyak 1.069 pesawat, meningkat 5,37 persen dibanding April 2025 dan 4,33 % dibanding Mei 2024, kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Utarom, Kaimana, sebesar 1,72 % ," kata Merry kepada media di Manokwari, Selasa (1/7/2025).

Baca juga: BPS Papua Barat Gelar Workshop Penulisan Berita Berbasiskan Data Statistik

Hal ini menjadi peningkatan yang hatus di pertahankan di Bandara Utarom Kaimana.

Sebaliknya, di wilayah Papua Barat Daya tercatat 1.238 penerbangan, justru mengalami penurunan baik secara bulanan (-1,28 % ) maupun tahunan (-5,35 % ).

"Penurunan tertinggi tercatat di Bandara Kambuaya, Kabupaten Maibrat, sebesar 14,29 % ," tambahnya.

Untuk jumlah penumpang, wilayah Papua Barat mencatat 39.919 orang menggunakan jasa transportasi udara pada Mei 2025. Angka ini menunjukkan penurunan 7,13 % secara bulanan dan 17,11 % secara tahunan.

Penurunan jumlah penumpang tertinggi terjadi di Bandara Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, sebesar 17,35 % .

"Kita lihat Papua Barat Daya mencatat 85.140 penumpang, turun signifikan 23,97?ri bulan sebelumnya dan 9,31 % dibanding tahun lalu. Penurunan tertinggi terjadi di Bandara Dominic Edward Osok, Kota Sorong, sebesar 24,34 % ," ucap Merry.

Baca juga: BPS Papua Barat Rilis Angkatan Kerja, Merry: dari Setiap 100 Orang, Ada 4 yang Menganggur

Untuk pengangkutan barang dan pos, Papua Barat mencatat 610,26 ton, mengalami kenaikan baik secara bulanan (10,75 % ) maupun tahunan (0,12 % ), dengan peningkatan tertinggi di Bandara Utarom, Kaimana.

Sebaliknya, Papua Barat Daya mencatat 1.587 ton angkutan barang. Meskipun mengalami penurunan 2,27 % dibanding bulan sebelumnya, secara tahunan terjadi peningkatan sebesar 5,65 % .

Penurunan tertinggi tercatat di Bandara Kambuaya, Maibrat, sebesar 3,32 % .

Menurut Merry, data ini menggambarkan dinamika transportasi udara di kedua provinsi yang patut menjadi perhatian berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun operator bandara, untuk peningkatan pelayanan dan perencanaan transportasi ke depan.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved