Berita Manokwari
PLN UP3 Manokwari dan Ecodefender Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Kampung Saubeba
"Bibit yang mati akan diganti, demi memastikan hasil penanaman benar-benar berdampak positif jangka panjang," ujarnya.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pln-dan-ecodefender-tanam-mangrove-12.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - PLN UP3 Manokwari menggandeng Ecodefender Manokwari menginisiasi penanaman 1.000 pohon mangrove di Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, Jumat (11/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan melalui CSR PLN yang berfokus pada pelestarian lingkungan hidup, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi ekowisata di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Uria Nunaki, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara PLN UP3 Manokwari dan Ecodefender Manokwari, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Baca juga: Indahnya Kampung Ekowisata Patimburak Fakfak, Menyusur Hutan Mangrove Hingga Lihat Cenderawasih Raja
Baca juga: Polres Teluk Bintuni Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Kampung Nusantara II
"Peserta yang awalnya kami targetkan sebanyak 87 orang, ternyata melebihi kuota. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat," ujar Uria.
Penanaman 1.000 pohon mangrove difokuskan di wilayah pesisir Kampung Saubeba, sebagai langkah konkret menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan potensi ekowisata setempat.
Koordinator Ecodefender Manokwari, La Ode Muh Zidane Fajar menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni.
Ia menyampaikan bahwa sejak Mei 2025, pihaknya telah diajak PLN untuk menjalankan program CSR yang berfokus pada lingkungan.
“Awalnya kami sempat ragu karena keterbatasan SDM di komunitas kami. Tapi dengan tekad dan semangat kolaborasi, kegiatan hari ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Dikatanya, pendanaan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh PLN UP3 Manokwari.
Ia mengatakan penanaman dilakukan di Kampung Saubeba karena wilayah ini tengah dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.
“Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian mangrove dan pemanfaatannya bagi pengembangan wisata berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Ecodefender akan melakukan monitoring setiap tiga bulan hingga tahun 2026.
"Bibit yang mati akan diganti, demi memastikan hasil penanaman benar-benar berdampak positif jangka panjang," ujarnya.
Asisten Manager Pembangkitan PLN UP3 Manokwari, Jumadi Hutapea menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“PLN tidak hanya fokus pada bisnis kelistrikan, tapi juga memiliki kepedulian sosial. Kami selalu terbuka bagi siapa pun yang datang meminta dukungan untuk kegiatan positif, selama sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia menambahkan, mangrove memiliki manfaat besar bagi lingkungan, seperti menjadi habitat ikan, mencegah abrasi pantai, serta menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberi kontribusi nyata untuk masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan Tribun di lapangan, peserta penanaman dibagi ke dalam kelompok berdasarkan perwakilan masing-masing komunitas.
Di antaranya yang hadir PAM Jemaat GKI Manyonsi Wirsi, GKI Antonmos Saubeba, PAM GKI Petrus Amban, PAM Jemaat Petrus Sowi, Pionir Papua, Himpunan Mahasiswa Elektro, Himpunan Mahasiswa Sastra dan Budaya, Yayasan EcoNusa.
Nampak pula, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gajah Madah Yogyakarta yang turut berpartisipasi dalam penanaman tersebut.
Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara kolaboratif, lintas sektor, dan berkelanjutan.
pemilik hak ulayat Kampung Saubeba, Antonius A. Rumbruren.
Antonius menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir kampung mereka.
“Kami sangat mengucap syukur kepada Ecodefender dan PLN UP3 Manokwari yang sudah datang dan menanam 1.000 pohon mangrove di tanah kami,” ungkap Antonius, saat diwawancarai Tribun di Kampung Saubeba, Manokwari Utara, Jumat (11/7/2025).
Antonius menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pesan para orang tua terdahulu yang selalu menekankan pentingnya menjaga dan merawat alam.
“Pesan orang tua kepada kami sebagai generasi penerus adalah bahwa lingkungan harus dijaga, dirawat, dan diolah dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat adat sangat mendukung program ini karena penanaman mangrove tidak hanya bermanfaat secara ekologis.
Tetapi juga sambung dia, bernilai sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan tanggung jawab iman.
“Tanah ini adalah milik Tuhan, yang dipercayakan kepada kami untuk dijaga dan dilestarikan. Sebagai orang Kristen sesuai dengan pengakuan iman GKI di Tanah Papua, kita punya kewajiban untuk menjaga lingkungan demi kesejahteraan banyak orang,” tambahnya.
Selain dukungan penuh terhadap program, Antonius juga melihat momentum ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mencintai dan menjaga alam.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami juga ingin mengajarkan kepada anak-anak agar mereka belajar menjaga ekosistem yang sudah diwariskan orang tua kita,” ujarnya.
Antonius berharap bahwa kegiatan ini bukan hanya sekali dilakukan, tetapi bisa berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Kampung Saubeba.
Ia menyebutkan bahwa keberadaan mangrove sangat penting untuk menarik kehidupan laut seperti ikan, serta melindungi pantai dari abrasi.
Bahkan, di luar Kampung Saubeba, Antonius juga aktif menjaga kawasan mangrove di wilayah Arfai, Manokwari.
Ia pun menegaskan perlunya kesadaran masyarakat untuk tidak merusak ekosistem mangrove secara sembarangan.
“Saya biasa menegur orang yang datang ambil semang sembarangan. Manusia bisa merusak ekosistem dengan cepat, tapi untuk memulihkannya butuh waktu yang lama,” tegasnya.
Antonius menyampaikan bahwa masyarakat Kampung Saubeba sangat antusias mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN dan Ecodefender.
Dukungan ini bukan hanya bentuk kerja sama, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga alam warisan leluhur.
“Karena kegiatan ini dilakukan di kampung kami, sudah pasti kami akan mendukung penuh,” pungkasnya
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.