Arianto Kogoya: Jiwa Nasionalisme Bukan Sekadar Slogan Harus Tertanam Dalam Hati
"Jiwa nasionalisme adalah semangat kebangsaan yang ditandai dengan rasa cinta, kebanggaan dan kesetiaan terhadap negara dan bangsa,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/4-pilar-0982.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Anggota DPD RI Arianto Kogoya menegaskan, jiwa nasionalisme bukan sekadar slogan, melainkan harus tertanam kuat di dalam hati khususnya bagi generasi muda.
Demikian penegasan itu Arianto Kogoya sampaikan pada saat, sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung Serbaguna Gereja GIDI Jemaat Victory Wamena, Papua Pegunungan pada 26 Juni 2025.
"Nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bukan sekadar slogan atau seruan dalam upacara bendera, melainkan nilai yang harus tertanam kuat dalam hati setiap warga negara, terutama generasi muda," kata Arianto Kogoya, Rabu (16/7/2025).
Baca juga: DPD RI Peduli Korban Banjir Wamena, Wabup Rony Elopere Apresiasi Senator Papua Pegunungan
Baca juga: DPD RI Akan Dorong Revisi UU Nomor 41 Tahun 1999, Angelius Wake Kako: Banyak Tumpang Tindih
Menurut Arianto Kogoya, nasionalisme adalah sikap rela berjuang untuk mencapai cita-cita.
"Nasionalisme adalah sikap rela berjuang bangsa dalam mencapai cita-cita dan tujuan yang sama, dengan rasa setia serta toleransi di samping keberagaman yang ada," ujarnya.
Lanjut Arianto, nasionalisme bukan berarti menutup diri dari dunia luar.
Tetapi sambung Arianto, bagaimana kita tetap mencintai dan membela Indonesia dalam setiap langkah, baik dalam perilaku, pemikiran, maupun tindakan sehari-hari.
"Jiwa nasionalisme adalah semangat kebangsaan yang ditandai dengan rasa cinta, kebanggaan dan kesetiaan terhadap negara dan bangsa," ucapnya.
"Ini melibatkan kesadaran akan identitas nasional serta keinginan untuk mempertahankan dan memajukan negara," tambahnya.
Lebih lanjut Arianto Kogoya mengatakan, nasionalisme juga mencakup rasa persatuan, solidaritas, dan kepedulian terhadap nasib bangsa.
Olehnya itu Arianto menuturkan, untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air di Papua Pegunungan, beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, serta membangun kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
"Selain itu, kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah, serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air," pungkasnya.
Sebagai informasi, peserta dalam kegiatan itu berasal dari jemaat Victory Wamena dan warga Kampung Ketimativ.
(*)