Berita Kaimana
SMTKN Kaimana Dapat Tambahan 10 Guru dari Kemenag RI
siswa SMTKN bukan hanya harus tahu memimpin doa atau ibadah, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Leberina-kmn.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia memberikan tambahan tenaga guru kepada Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Kaimana, Papua Barat.
Tenaga guru itu berstatus Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dan berasal dari Sumatra, Sanger Talaud, Fakfak, Bintuni, Sorong dan Manokwari.
Kepala SMTKN Kaimana, Leberina Nussy mengatakan, penempatan ini merupakan bagian dari formasi nasional penerimaan guru di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Baca juga: Dinas Pendidikan Bakal Evaluasi Total Pengawas Sekolah dan Kesejahteraan Guru di Teluk Bintuni
Baca juga: Korneles Waney Ungkap Banyak Pelajar di Kampung Idor Tak Bisa Baca Tulis: Kualitas Guru Ditingkatkan
"Penambahan 10 orang guru CPNS ini sangat membantu kami, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di SMTKN," jelas Leberina di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2025).
Menurutnya, kesepuluh guru ini semuanya profresional dan memiliki latar belakang Pendidikan yang sesuai. Diantara mereka, ada yang mengajar mata pelajaran umum tetapi adapula yang khusus pada mata pelajaran Agama.
Leberina juga mengungkapkan jika sekolahnya itu memiliki 23 orang tenaga guru, termasuk CPNS dan PPPK.
Dia berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan guru, maka mutu pendidikan di SMTKN Kaimana dapat semakin ditingkatkan.
Ia juga menekankan, pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan teknologi sesuai arahan Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Barat dalam kunjungan sebelumnya.
Leberina juga mengingatkan, siswa SMTKN bukan hanya harus tahu memimpin doa atau ibadah, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.
"Saya berharap, lulusan SMTKN Kaimana bisa memiliki kompetensi lengkap untuk menghadapi tantangan di tengah masyarakat,” ujarnya.
(*)