Rabu, 8 April 2026

Imigrasi Manokwari

Desa Binaan Imigrasi Menginspirasi Forum Internasional DGICM 2025 

Pemaparan tentang desa binaan Imigrasi mendapat perhatian positif dari peserta forum DGICM 2025

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Desa Binaan Imigrasi Menginspirasi Forum Internasional DGICM 2025 
Kantor Imigrasi Manokwari
DGICM 2025 - Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, memimpin delegasi Indonesia di The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM). Forum tersebut berlangsung di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa (12/8/2025). 

TRIBUNPAPUABARAT - Indonesia memaparkan inisiatif desa binaan Imigrasi pada The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM).

Forum tersebut berlangsung di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa (12/8/2025).

Delegasi Indonesia yang dipimpin Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyebut desa binaan Imigrasi sebagai langkah preemtif.

Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat serta mencegah praktik penyelundupan manusia dan tindak pidana perdagangan orang

Pemaparan tentang desa binaan Imigrasi mendapat perhatian positif dari peserta forum DGICM 2025 karena memadukan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat. 

Dalam The 28th ASEAN DGICM, Indonesia menegaskan peran sebagai pemimpin upaya pencegahan penyelundupan manusia di kawasan ASEAN.

Di forum ini, delegasi Indonesia memaparkan keberhasilan mengungkap rute penyelundupan manusia melalui kerja sama efektif antara aparat penegak hukum nasional dan internasional. 

Baca juga: Tanda Baca Nama di Paspor Dihilangkan, Ini Penjelasan Imigrasi Manokwari

Cara ini diharapkan dapat direplikasi di negara-negara anggota DGICM.

The 28th ASEAN DGICM juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di tempat pemeriksaan Imigrasi utama. 

Indonesia menawarkan model transformasi strategis melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti autogate dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan. 

Usulan kerja samanya mencakup Border Crossing Agreement, operasi maritim bersama, serta program pelatihan terpadu bagi petugas keimigrasian. 

Pertemuan hari pertama DGICM 2025 menekannya komitmen semua negara anggota ASEAN dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama lintas batas, memerangi penyelundupan manusia, dan meningkatkan keamanan kawasan. 

Baca juga: Jumlah Penerbitan Paspor di Imigrasi Manokwari Turun Dibanding Tahun Lalu

"DGICM adalah forum strategis untuk membangun sinergi antarnegara dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah kejahatan lintas negara, dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian," ujar Yuldi Yusman.

Ia menyebut Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat di kawasan melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi mutakhir. 

"Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid, kawasan ASEAN dapat menjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan keimigrasian," kata Yuldi Yusman.

Selama forum itu, Yuldi Yusman memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Kementerian Luar Negeri.

Ada juga KBRI Bandar Seri Begawan, bersama seluruh Kepala Imigrasi negara anggota ASEAN, Timor Leste, dan Sekretariat ASEAN. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved