Pedagang Datangi Kantor Bupati Fakfak, Samaun Jelasan Alasan Bongkar Lapak Kayu
Para pedagang tersebut membangun lapak kayu karena belum mendapat tempat Pasar Thumburuni.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bupati-Fakfak-Samaun-Dahlan-menemui-mama-mama-pedagang.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Sejumlah mama-mama pedagang mendatangi Kantor Bupati Fakfak, Papua Barat, Rabu (8/10/2025).
Mereka memprotes pembongkar lapak kayu mereka di Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak.
Para pedagang tersebut membangun lapak kayu karena belum mendapat tempat Pasar Thumburuni.
Lapak-lapak kayu itu pun dibongkar pemerintah Kabupaten Fakfak.
"Mama-mama perlu ketahui, pemerintah menata penempatan Pasar Rakyat Thumburuni dengan baik agar tertib," ujar Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat menemui para pedagang di depan Kantor Bupati Fakfak.
Baca juga: Tinjau Fasilitas di Pasar Thumburuni, Bupati Samaun Dahlan Pastikan Aliran Air Bersih ke Toilet
Menurutnya, pembongkaran lapak kayu di depan Pasar Thumburuni perlu dilakukan.
Pemerintah daerah akan menyiapkan tempat untuk mengakomodasi para pedagang itu.
"Mama-mama pedagang tempati dulu lapak yang ada, saya akan rapat dan mengatur semuanya," kata Samaun Dahlan.
Ia mengharapkan para pedagang paham bahwa pemerintah daerah berupaya untuk mengakomodasi pedagang untuk berjualan di tengah keterbatasan tempat di Pasar Thumburuni.
Namun, ucapnya, ketertiban tetap perlu dijaga dengan baik di Pasar Rakyat Thumburuni.
Bupati Fakfak
Pasar Rakyat Thumburuni
Pasar Thumburuni
mama-mama pedagang
Samaun Dahlan
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
| Nurwidayati Samaun Dahlan Siap Turun dalam Konvoi Der Panzer Fakfak |
|
|---|
| PLN UP3 Manokwari Siagakan 125 Personel, Pastikan Listrik Aman Selama Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja, Hilangkan Budaya Lama yang Tak Patut |
|
|---|
| PAL-KOAP Papua Barat Gelar Aksi Bersih-bersih di Sekitar Venue Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| ASN PUPR Papua Barat Jadi Tersangka Penipuan Rp9,8 Miliar, Rugikan 600 Orang |
|
|---|