Berita Fakfak
Bupati Fakfak Ikut Rapat Percepatan Pembangunan Papua bersama Presiden Prabowo
Presiden Prabowo meminta para bupati, wali kota, dan gubernur di Tanah Papua agar aktif berkoordinasi dengan Komite Percepatan Pembangunan Papua
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bupati-ff-di-JKT-dgn-Prabowo.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bupati Fakfak, Samaun Dahlan menghadiri rapat kepala daerah se-Tanah Papua bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Rapat tersebut digelar untuk membahas percepatan pembangunan di Papua. Turut hadir Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta para bupati, wali kota, dan gubernur di Tanah Papua agar aktif berkoordinasi dengan Komite Percepatan Pembangunan Papua, kementerian terkait, serta Bappenas.
Hal ini dilakukan agar prioritas pembangunan di setiap daerah dapat diketahui pemerintah pusat.
“Saudara-saudara harus bisa merancang apa yang menjadi perhatian dan kesulitan hingga prioritas masing-masing. Memang tidak mungkin diselesaikan seketika, tetapi tentu akan dicocokkan dengan yang bisa dilakukan sekarang,” ujar Prabowo melalui siaran pers yang diterima Tribunpapuabarat.com.
Presiden juga menyinggung dana Otonomi Khusus (Otsus) yang telah dicairkan sebesar Rp12,69 triliun untuk daerah-daerah di Papua. Namun, pada 2026 anggaran Otsus turun menjadi Rp10 triliun.
“Tahun depan diupayakan ditingkatkan kembali, tetapi diharapkan bupati dan gubernur jangan banyak jalan-jalan ke luar negeri menggunakan dana Otsus,” tegasnya.
Baca juga: Wapres Gibran : Percepatan Pembangunan Papua Harus Dua 2 Lebih Cepat
Untuk memastikan penyaluran dana Otsus tepat sasaran, Prabowo meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan pengawasan.
Selain itu, Presiden juga menekankan bahwa sejumlah program pusat akan diturunkan ke Papua, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini ditujukan bagi anak-anak hingga tingkat SMA serta ibu hamil.
Hingga Maret 2026, pemerintah menargetkan terbentuk 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPT) di seluruh Tanah Papua.
Program tersebut diperkirakan akan menjangkau 750.000 penerima manfaat, dengan intensitas distribusi tiga kali lipat dibandingkan di Pulau Jawa.
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|