Satlantas Polres Fakfak Ungkap Alasan Sering Sweeping yang Jadi Pertanyaan Warga
"Lalu dari hasil Anev dari laka lantas yang terjadi fatalitas korbannya juga tinggi," kata Kasat Lantas Polres Fakfak, AKP Bagus Agung Subahendro
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/AKP-Bagus-Agung-Subahendro-Jumat-3012026.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Fakfak, Papua Barat, membeberkan alasan sering melakukan sweeping yang menuai pertanyakan sebagian warga.
Kasat Lantas Polres Fakfak, AKP Bagus Agung Subahendro, menyampaikan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Provinsi Papua Barat sangat tinggi sesuai hasil analisis dan evaluasi (anev) terbaru.
"Lalu dari hasil Anev dari laka lantas yang terjadi fatalitas korbannya juga tinggi," katanya.
Melalui hasil Anev tersebut juga ditemukan masih banyak masyarakat yang tidak tertib berlalu lintas, ucapnya, mulai dari tak menggunakan helm hingga sering mabuk sambil berkendara.
"Pada prinsipnya memang kami menjalankan sebagaimana instruksi atau perintah," ujar Bagus Agung Subahendro.
Khusus untuk Papua Barat, ucapnya, ada pengecualian dari Direktur Korps Lalu Lintas (Dirkorlantas) Polri, polisi menilang secara manual.
Baca juga: Jelang Ramadan, Satlantas Polres Fakfak Sita 100 Motor Berknalpot Brong
"Pelaksanaan tilang itu yah petunjuk dari atas, kami di sini (Fakfak) penilangan dilakukan manual karena alasannya itu," katanya.
Menurutnya, Kepolisian, termasuk Satlantas Polres Fakfak, memiliki berbagai kegiatan sebagai upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum (gakkum).
"Nah untuk sweeping masuk kategori preventif. Jika ditemukan pelanggaran, maka sudah masuk kategori gakkum," ujar Bagus Agung Subahendro.
Selama sweeping, Satlantas Polres Fakfak menyasar pengendara yang tidak menggunakan helm hingga kelengkapan surat kendaraan.
"Kami juga rutin melakukan sosialisasi di pangkalan ojek. Pengendara ojek, selain membawa helm untuk diri sendiri, harus menyediakan helm juga untuk penumpang harus pakai helm," katanya.
Alasannya, kecelakaan dapat terjadi pada siapa saja termasuk, orang yang dibonceng. Jika pengendara dan penumpang memakai helm, semua terlindungi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan helm saat berkendara karena bukan kepentingan kami, tetapi kepentingan keselamatan masyarakat," kata Bagus Agung Subahendro.(*)
| UNIMUTU Dukung Pelantikan PWI Teluk Bintuni, Dorong Sinergi Pers dan Pendidikan |
|
|---|
| Sampah Menumpuk di Pantai Pasir Putih Manokwari, Pengunjung Keluhkan Kebersihan |
|
|---|
| 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pulau Bongok |
|
|---|
| Pemda Distrik Babo Serahkan Uang Saku untuk Pemuda Peserta Turnamen Sebyar Cup I 2026 |
|
|---|
| Wagub Lakotani Ajak 'Pela Gandong' dan Masyarakat Papua Barat Teladani Semangat Kapitan Pattimura |
|
|---|