Disbun Fakfak Tutup Pendaftaran Program Kapala Emas, Ini Alasannya
ini merupakan program peminatan, petani secara sukarela mendaftar untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala di Kabupaten Fakfak.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pendataan-1000-Hektar-Program-Kapala-Emas-telah-tercapai.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menutup pendaftaran pendataan 1.000 hektare Program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas Fakfak), 27 Februari 2026.
"Target pendataan dan peminatan tanam pala 1.000 hektare telah tercapai," ujar Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (28/2/2026).
Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara Dinas Perkebunan bersama Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F), pemerintah distrik hingga kampung.
"Termasuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas pala sebagai unggulan daerah," kata Widhi Asmoro Jati.
Menurutnya, program ini merupakan program peminatan, petani secara sukarela dan antusias mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala di Kabupaten Fakfak.
Ia juga menyatakan keberhasilan pendataan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung program hilirisasi kawasan perkebunan pala, yang menjadi program prioritas nasional dan daerah.
"Hilirisasi kawasan diarahkan untuk memperkuat ekosistem perkebunan pala secara menyeluruh," katanya.
Baca juga: 8 Pelaku Usaha Pala Grosir Janji Jaga Mutu Pala Tomandin Fakfak
Hilirisasi tidak hanya pada peningkatan luas dan produksi, tetapi juga pada penguatan pascapanen, pengolahan, pengembangan produk turunan bernilai tambah, hingga akses pemasaran.
Komoditas pala diharapkan berdampak ekonomi yang lebih besar, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Disbun Kabupaten Fakfak memasuki mekanisme lanjutan berupa tahapan verifikasi dan validasi data.
"Proses ini meliputi pemeriksaan identitas calon penerima manfaat, pengecekan dan penetapan titik lokasi lahan, serta memastikan kesesuaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan program," ujar Widhi Asmoro Jati.
Tahapan ini bertujuan untuk menjamin ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung agenda hilirisasi perkebunan pala secara berkelanjutan.
"Bagi masyarakat yang belum berkesempatan masuk dalam kuota tahun ini, diharapkan tetap mempersiapkan diri, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun kesiapan lahan, untuk diusulkan pada tahap berikutnya di tahun mendatang," katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Fakfak melalui Dinas Perkebunan berkomitmen terus melanjutkan Program Kapala Emas.
| Bupati Fakfak Apresiasi Dukungan Kementan RI atas Perluasan Lahan Pala 1.000 Hektare |
|
|---|
| Perkuat Komoditas Unggulan Daerah, 5 Pekebun Pala Fakfak Konsolidasi dengan Kementan RI |
|
|---|
| Resto Koeltura Hadirkan Almon Sky House untuk Nobar Piala Dunia 2026 dari Ketinggian Fakfak |
|
|---|
| EcoNusa dan Disbun Fakfak Perkuat Pekebun Pala Lewat Program Perhutanan Sosial di Kampung Tetar |
|
|---|
| Bupati Samaun Dahlan Pastikan Investasi Raksasa Pupuk Kaltim Tetap di Kabupaten Fakfak |
|
|---|