Selasa, 19 Mei 2026

Info Fakfak

Bekas Ludah Pinang Jadi Pemandangan Sehari-hari di Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak

Makan atau kunyah pinang adalah budaya orang Papua, tetapi buang ludah sembarangan jelas bukan budaya Papua

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Bekas Ludah Pinang Jadi Pemandangan Sehari-hari di Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
INFO FAKFAK - Penampakan bekas ludah pinang di salah satu titik anak tangga Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak Papua Barat, Senin (18/5/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemandangan bekas ludah pinang masih menjadi hal yang lazim di Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pantauan Tribunpapuabarat.com pada Senin (18/5/2026) menunjukkan sisa ludah pinang, baik yang baru maupun lama, terlihat di sejumlah titik mulai dari lapak dagangan hingga tangga pasar.

Salah seorang pengunjung pasar, Adolina Kandesi, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

“Kami sangat terganggu sebetulnya, tapi apa boleh buat, ini sudah menjadi hal biasa,” ujarnya.

Adolina menilai kebiasaan membuang ludah pinang sembarangan menimbulkan kesan jorok.

“Makan atau kunyah pinang adalah budaya orang Papua, tetapi buang ludah sembarangan jelas bukan budaya Papua,” tegasnya.

Ia berharap pengunjung maupun pedagang dapat menjadi teladan dengan menjaga kebersihan serta mematuhi aturan tata tertib pasar.

Baca juga: Sindikat Judi Togel Papua Barat Disinyalir Merangsek hingga Pasar Thumburuni Fakfak

“Termasuk menjaga lingkungan pasar tetap bersih, tenteram, aman, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, Adolina juga menyarankan adanya petugas kebersihan khusus yang ditugaskan untuk membersihkan lingkungan pasar, termasuk bekas ludah pinang.

“Ini pasar kitong (kita) yang punya, maka dari itu sudah pasti harus sama-sama jaga,” tandasnya.

Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Arifin, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kebersihan pasar.

“Menurut saya ini jorok kalau dibiarkan begitu saja. Harus ada perhatian, jangan sampai pasar kesannya tidak bisa bersih. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing,” ucapnya.

Arifin juga menyoroti adanya coretan uang di dinding pasar.

“Kan sudah ada CCTV, harus ada penindakan secara tegas,” pintanya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved