Sabtu, 30 Mei 2026

Pertahanan RI

Tinjau Barak Yonif TP 808 di Fakfak, Menhan Tegaskan Prajurit Harus Tangguh dan Waspada

Sjafrie menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama karena para prajurit bertugas di Papua yang merupakan daerah operasi

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Tinjau Barak Yonif TP 808 di Fakfak, Menhan Tegaskan Prajurit Harus Tangguh dan Waspada
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
MENHAN RI - Penyambutan kunjungan kerja alias kunker Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI) Jenderan TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin di Batalyon Yonif TP 808/Mbah Matta Fakfak Papua Barat, Rabu (27/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pengecekan barak, tenda, dan dapur prajurit, sekaligus memberikan pengarahan langsung kepada personel di Distrik Tomage, Fakfak, Papua Barat.
  • Menhan juga menekankan pentingnya kewaspadaan, latihan berkelanjutan, serta penerapan 8 Wajib TNI agar prajurit menjadi tangguh, siaga, dan dicintai rakyat.

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Menteri Pertahanan (Menhan), Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung Batalyon Infanteri (Yonif) TP 808/Mbaham Matta di Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (27/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie melakukan pengecekan tenda, barak, serta dapur prajurit.

Ia kemudian memberikan pengarahan kepada seluruh personel batalyon.

“Sebagai prajurit infanteri, kalian dididik untuk mampu bergerak mendekati, menemukan, dan menghadapi musuh,” ujarnya dalam arahan.

Sjafrie menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama karena para prajurit bertugas di Papua yang merupakan daerah operasi.

“Kewaspadaan berarti selalu siap siaga. Saya tidak ingin mendengar ada kejadian buruk hanya karena kurangnya kewaspadaan,” tegasnya.

Baca juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Batalyon Baru di Fakfak Papua Barat

Menurutnya, penempatan prajurit di daerah operasi merupakan kesempatan berharga untuk membentuk pribadi yang tangguh, matang, dan kuat dalam menghadapi berbagai tugas di masa depan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh program latihan satuan dijalani dengan sungguh-sungguh, karena panggilan tugas bisa datang kapan saja.

Selain itu, Menhan menekankan tiga prinsip utama bagi prajurit muda: selalu waspada, menjalin persatuan dengan rakyat, dan melaksanakan tugas di tengah masyarakat.

Ia menyinggung program “Bapak Angkat” yang berjalan baik di Fakfak, serta mengingatkan agar prajurit menerapkan 8 Wajib TNI bukan hanya diucapkan, tetapi ditanamkan dalam hati.

“Kita adalah prajurit yang lahir dari rakyat, maka harus memiliki dedikasi tinggi kepada rakyat. Kelak setelah pensiun, kalian akan kembali menjadi bagian dari masyarakat. Jadilah prajurit yang dicintai rakyat dengan melaksanakan 8 Wajib TNI sepenuh hati,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved