Polemik Soal Maxim di Kaimana
Respons Maxim Kaimana Soal Penolakan Sopir Angkot dan Tukang Ojek
Keputusan ini belum final. Saya selaku kepala cabang akan menyampaikan persoalan ini ke pengurus pusat di Jakarta
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kacab-maxim-kaimana.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Kepala Cabang Maxim Kaimana, Elia Kombado, akan menyampaikan penolakan sopir angkutan kota (angkot) dan tukang ojek terhadap pengoperasian Maxim di Kaimana kepada manajemen pusat di Jakarta.
“Keputusan ini belum final. Saya selaku kepala cabang akan menyampaikan persoalan ini ke pengurus pusat di Jakarta, termasuk apa yang menjadi keinginan teman-teman di Kaimana,” ujar Elia usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRK Kaimana, Senin (23/2/2026).
Dalam RDP tersebut, DPRK Kaimana mempertemukan pihak terkait untuk mencari solusi atas keberatan para sopir angkot dan tukang ojek terhadap kehadiran transportasi berbasis aplikasi.
Baca juga: Ini Kesepakatan Sementara Rapat DPRK Kaimana Bersama Sopir Angkot dan Maxim
Elia menambahkan, selain penolakan, ia juga akan melaporkan kepada manajemen pusat mengenai penghentian sementara operasional Maxim di Kaimana.
“Saat ini driver Maxim di Kaimana berjumlah 249 orang, terdiri dari pengemudi mobil dan motor.
Terkait penghentian sementara, ada yang menerima dan ada juga yang menolak,” jelasnya.
Ia mengakui, penghentian sementara operasional berdampak pada penurunan jumlah pesanan melalui aplikasi.
“Kerugian secara materi pasti ada, karena terjadi penurunan pemesanan,” ungkap Elia.