Ikatan Keluarga Toraja Dukung Seminar Budaya Nasional TOLABEMA
Seminar ini menjadi wadah pelestarian dan pengenalan budaya Toraja, khususnya makna filosofis dari rumah adat Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Appi-Pakinaran-saat-diwawancarai-media-di-Fanindi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Seminar Budaya Nasional yang digagas oleh komunitas Toraja Lahir Besar Manokwari (TOLABEMA) mendapatkan dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Toraja (IKT).
Seminar ini menjadi wadah pelestarian dan pengenalan budaya Toraja, khususnya makna filosofis dari rumah adat Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu.
Ketua Ikatan Keluarga Toraja, Appi Pakinaran, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang simbol-simbol budaya Toraja kepada generasi muda, terutama yang tinggal di tanah rantau seperti Manokwari.
"Simbol-simbol dalam budaya Toraja, terutama pada rumah adat Tongkonan, sangat banyak. Tiap goresan memiliki makna," katanya kepada media di Fanindi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (29/8/2025).
Sejak awal TOLABEMA mengajukan izin penggunaan tempat dan pelaksanaan kegiatan, ucapnya, IKT langsung mendukung sebagai bentuk komitmen menjaga dan melestarikan budaya.
"TOLABEMA berada di bawah naungan IKT, sudah sewajarnya kami mendukung penuh kegiatan ini dengan senang hati," katanya.
Baca juga: Gadis Asal Tana Toraja Ini Jadi Putri Citra ke-37, Papua Barat Sabet Juara Satu
Meskipun tinggal di Manokwari tinggal, ucapnya Appi Pakinaran, orang Toraja tetap harus menjunjung tinggi adat dan budaya.
Ia menyebutkan rumah adat Tongkonan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol pemersatu dan identitas suku Toraja.
"Tongkonan itu kalau di Toraja milik rumpun keluarga, tapi kami yang hidup di perantauan tidak membeda-bedakan. Tongkonan adalah rumah adat bersama, sebagai simbol persatuan seluruh orang Toraja di Manokwari," kata Appi Pakinaran.
Ia juga mengakui pemahaman generasi muda terhadap makna rumah adat mulai menurun.
Karena itu, pembangunan rumah adat yang dirancang sesuai nilai-nilai budaya agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Baca juga: Tolabema Siap Gelar Seminar Budaya Nasional: Angkat Filosofi Rumah Adat Tongkonan dan Kaki Seribu
Selain memperkuat budaya Toraja, Appi Pakinaran juga menekankan pentingnya saling menghargai antarsuku di Papua Barat.
Ia mengapresiasi kekuatan budaya masyarakat adat Papua yang tetap kokoh menjaga adat istiadat mereka.
"Sebagai bentuk kebersamaan, kami juga membangun rumah adat Kaki Seribu milik suku Arfak. Rumah adat suku Biak masih dalam proses perencanaan dan pengajuan," katanya.
Ia menegaskan kegiatan budaya seperti ini tidak mengesampingkan keberadaan dan adat istiadat suku lain.
"Kami akan selalu berbaur dengan siapa saja demi menjaga kerukunan antar suku, agama, dan ras. Tujuan utama kami adalah persatuan dalam keberagaman," ujar Appi Pakinaran.
Ikatan Keluarga Toraja
rumah kaki seribu
budaya Toraja
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
rumah adat Tongkonan
| FOTO-FOTO Sosialisasi Anti Korupsi Kantor Pertanahan Kabupaten Teluk Bintuni |
|
|---|
| Pendaftar PFA Cari Bakat 2026 di Fakfak Minim, Pelatih Minta Dukungan Pemda |
|
|---|
| TASPEN KC Manokwari Gelar Donor Darah bersama Mitra Kerja dan Instansi Pemerintah |
|
|---|
| Satpol PP se Papua Barat Rakor di Kaimana, Fokus Penataan PPNS dan Kebutuhan APD |
|
|---|
| Pemerintah Provinsi Papua Barat Resmi Melepas 447 Jemaah Calon Haji 2026 |
|
|---|