Senin, 4 Mei 2026

GMKI Manokwari Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih

Ia menyebut cenderawasih bukan hanya burung endemik Papua, namun juga simbol kehormatan dan identitas kultural masyarakat adat Papua.

Tayang:
zoom-inlihat foto GMKI Manokwari Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih
TribunPapuaBarat.com/Matius Pilamo Siep
MAHKOTA CENDRAWASIH - Ketua GMKI Manokwari, Jhonison Derebi, di Sekretariat GMKI, Amban, Manokwari, Kamis (23/10/2025). Ia mengecam pembakaran mahkota cendrawasih itu karen melecehkan nilai-nilai budaya masyarakat adat Papua. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manokwari, Jhonison Derebi, mengecam pemusnahan mahkota Cenderawasih dengan cara dibakar.

Pemusnahan itu dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Senin (20/10/2025).

Ketua GMKI Manokwari, Jhonison Derebi, mengatakan mahkota cendrawasih itu tidak pantas dan melecehkan nilai-nilai budaya masyarakat adat Papua.

"Pembakaran mahkota Cenderawasih itu bukan hanya soal hukum, tapi soal martabat dan harga diri orang Papua. Siapapun yang terlibat dalam pembakaran itu harus diproses hukum dan ditindak tegas," katanya di Sekretariat GMKI, Amban, Manokwari, Kamis (23/10/2025).

Ia meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum di BBKSDA Papua.

Baca juga: Koordinator Isu Masyarakat Adat BEM se-Indonesia Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih

 

Jhonison menyebut cenderawasih bukan hanya burung endemik Papua, namun juga simbol kehormatan dan identitas kultural masyarakat adat Papua.

Mengutip Kompas.com, BBKSDA Papua mengklarifikasi terkait pemusnahan cenderawasih opset dan mahkota cenderawasih itu. 

Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso Silaban, meminta maaf. 

"Kami menyadari bahwa tindakan tersebut telah menimbulkan luka dan kekecewaan di hati masyarakat Papua. Kami memohon maaf," ujarnya, Kamis (23/10/2025). 

Pemusnahan itu, ucapnya, tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan atau mengabaikan nilai budaya dan jati diri masyarakat Papua.

Menurut Johny, pemusnahan itu semata-mata untuk penegakan hukum dan perlindungan satwa liar yang dilindungi negara, sesuai mandat Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekonomi.

"Kami berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat adat Papua, agar pelestarian satwa dan pelestarian budaya dapat beriringan secara harmoni," kata Johny Santoso Silaban.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul BBKSDA Papua Klarifikasi soal Pemusnahan Mahkota Burung Cenderawasih

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved