Kamis, 7 Mei 2026

PWI Papua Barat Uji Kompetensi 32 Wartawan dari 4 Kabupaten

“Profesionalisme pers akan berdampak langsung pada kualitas pemerintahan daerah," kata Dominggus Mandacan melalui Nency Tity Wyzer.

Tayang:
zoom-inlihat foto PWI Papua Barat Uji Kompetensi 32 Wartawan dari 4 Kabupaten
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
UJI KOMPETENSI - PWI Papua Barat menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama dua hari, 8-9 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti 32 wartawan dari Manokwari,Teluk Bintuni, Fakfak, dan Kaimana.  

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - PWI Papua Barat didukung SKK Migas Wilayah Papua Maluku dan KKKS Wilayah Papua Barat menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  selama dua hari, 8-9 Desember 2025. 

UKW PWI Papua Angkatan IX ini melibatkan enam penguji dari PWI Pusat dan diikuti 32 wartawan dari Manokwari,Teluk Bintuni, Fakfak, dan Kaimana. 

UKW ini dibuka Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nency Tity Wyzer, Senin (8/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Koordinator Dept. Forkom SKK Migas Perwakilan Papua Maluku, Otniel L Wafom; Direktur Lembaga UKW PWI Pusat, Aat Surya Safaat; Government Relation Officer KKKS BP Berau, Emanuel D C Motombri; External Affairs Manager Genting Oil Kasuri, Hendy Sahetapy; dan Government & Public Relations Supervisor KKKS Genting Oil Kasuri, Allitha Juliet.

Gubernur mengapresiasi UKW yang diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas wartawan di daerah.

Menurutnya, wartawan harus memiliki standar kompetensi sebagai pijakan penting dalam menjaga mutu pers nasional sesuai Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010 dan diratifikasi dalam Piagam Palembang pada puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2010.

Baca juga: Perkuat Kemitraan Pers-TNI, Dandim 1804/Kaimana Coffee Morning Bareng Wartawan

 

Perkembangan media saat ini sangat pesat, ucap Dominggus Mandacan, tapi dengan UKW bisa dibedakan mana produk jurnalistik dan mana yang bukan. 

Ia yakin dengan mengikuti UKW, wartawan akan menjadi lebih baik dan profesional dalam menjalankan tugas dan berdampak pada pemerintah daerah.

“Profesionalisme pers akan berdampak langsung pada kualitas pemerintahan daerah. Dengan profesionalisme pers di Papua Barat, tentu akan sangat membantu pemerintah daerah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Gubernur melalui Nency Tity Wyzer.

Gubernur menyebut wartawan sebagai profesi mulia karena tidak semua orang mampu menghasilkan berita berkualitas. 

Di samping itu, pers juga merupakan salah satu pilar demokrasi sehingga sinergi antara pemerintah dan media sangat dibutuhkan.

Koordinator Departemen Forkom SKK Migas Perwakilan Papua Maluku, Otniel L Wafom, menuturkan, UKW bertujuan untuk meningkatkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di Papua Barat.

“Kami percaya keterlibatan aktif para jurnalis dalam UKW dan sosialisasi ini akan meningkatkan pemahaman yang mendalam serta dinamika SKK Migas,” katanya.

Ia memastikan, SKK Migas Wilayah Papua Maluku berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas SDM para jurnalis khususnya Papua Barat Raya dan dapat menjadi roda penggerak informasi mendukung kebijakan SKK Migas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved