Kamis, 7 Mei 2026

Fateta Unipa Gelar Raker Penyusunan Anggaran dan Program Kerja 2026

raker menjadi wadah untuk menampung seluruh usulan program kerja satu tahun dari masing-masing unit di lingkungan Fateta Unipa

Tayang:
zoom-inlihat foto Fateta Unipa Gelar Raker Penyusunan Anggaran dan Program Kerja 2026
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
FATETA UNIPA - Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Papua (Unipa) menggelar Rapat Kerja Penyusunan Anggaran dan Program Kerja Tahun Anggaran 2026, Selasa (20/1/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua (Fateta Unipa) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026, Selasa (20/1/2026)

Dekan Fateta Unipa, Budi Santoso, mengatakan bahea raker digelar dalam rangka penyusunan anggaran dan program kerja tahun anggaran 2026.

Ia mengatakan bahwa setiap awal tahun, fakultas wajib menyusun program kerja yang selaras dengan perjanjian kinerja yang telah ditetapkan.

“Setiap fakultas memiliki perjanjian kerja dengan Rektor, dan Rektor juga memiliki perjanjian kerja dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)," uajarnya.

Oleh karena itu, setiap fakultas harus menyusun program-program yang mendukung pencapaian target tersebut.

Menurutnya, raker menjadi wadah untuk menampung seluruh usulan program kerja satu tahun dari masing-masing unit di lingkungan Fateta Unipa.

Baca juga: Mahasiswa FATETA UNIPA Presentasikan Inovasi Mesin Ekstraksi Pati Sagu

Budi menagatakan  program-program tersebut nantinya akan disinkronkan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas dan universitas.

“Pada prinsipnya, fakultas menampung seluruh program dari unit-unit yang ada. Selanjutnya akan disusun menjadi program kerja fakultas, dengan kemungkinan adanya penambahan atau pengurangan sesuai dengan perkembangan dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Budi menambahkan, sejumlah program lama seperti MBKM tetap dipertahankan karena masih relevan dan mendukung capaian kinerja. 

Selain itu, Fateta Unipa juga tengah menyiapkan pengembangan unit baru, yakni unit rumah produksi.

“Unit rumah produksi ini dirancang untuk mengakomodasi para alumni yang masa tunggunya masih panjang dan belum mendapatkan pekerjaan, namun memiliki minat untuk terlibat dalam kegiatan produksi,” katanya.

Melalui unit tersebut, produk-produk hasil kegiatan akan diupayakan untuk dikelola secara komersial sehingga dapat memberikan pendapatan bagi para alumni yang terlibat.

“Dari situ mereka bisa mendapatkan pendapatan. Ini juga menjadi upaya menjawab IKU yakni memperpendek masa tunggu lulusan,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa persaingan dunia kerja yang semakin ketat serta keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan perguruan tinggi. 

"Oleh sebab itu, fakultas berupaya menghadirkan program inovatif yang dapat menjadi solusi alternatif," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved