Berita Manokwari
Talud Rusak Dihantam Gelombang, Warga Pasirido Minta Perhatian Pemda Manokwari
Setiap tahun kami ajukan di Musrenbang, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami berharap pemerintah bisa meninjau langsung kondisi di sini
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kp-Pasirido.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Warga RT III Kampung Pasirido, Distrik Manokwari Timur, menghadapi ancaman abrasi pantai yang semakin parah dan mengikis permukiman mereka.
Hingga kini, aspirasi masyarakat terkait penanganan abrasi belum mendapat respons dari pemerintah daerah setempat.
Ketua RT III Kampung Pasirido, Thomas Kabo, mengatakan warga telah mengajukan permintaan pembangunan pengaman pantai berupa pemasangan batu penahan ombak sejak tahun 2020.
Namun, hingga saat ini belum ada realisasi, sementara gelombang pasang terus menghantam wilayah pesisir.
“Yang kami minta itu sederhana, hanya batu tahu (batu penahan ombak). Kalau tidak ada, rumah-rumah kami ini bisa jatuh karena terus dihantam gelombang,” ujarnya kepada media di Manokwari, Selasa (24/3/2026).
Thomas menjelaskan, talud atau penahan pantai yang sebelumnya dibangun kini rusak setelah diterjang cuaca ekstrem sekitar sepekan lalu.
Baca juga: Bupati Manokwari Harap Pemprov Papua Barat Tangani Kerusakan Talud dan Jalan Nasional di Maruni
Talud pertama dilaporkan patah, sementara talud kedua yang dibangun pada 2020 mulai retak dan terancam rusak karena tidak adanya penguatan tambahan.
Kondisi diperparah dengan tidak adanya pengerukan tanah di bagian bawah talut sehingga struktur menjadi menggantung dan mudah rusak saat diterjang ombak besar.
Ia menambahkan, warga bersama aparat RT telah berulang kali menyampaikan usulan penanganan abrasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun.
Namun, usulan tersebut belum juga terealisasi dan dinilai belum menjadi prioritas pembangunan.
“Setiap tahun kami ajukan di Musrenbang, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami berharap pemerintah bisa meninjau langsung kondisi di sini,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah mitigasi bencana melalui penguatan talud serta pemasangan batu penahan ombak sepanjang kurang lebih 200 meter di kawasan pesisir Kampung Pasirido.
Menurut Thomas, penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak lebih besar di masa mendatang, mengingat abrasi terus terjadi setiap musim gelombang tinggi.
“Kalau ini tidak segera ditangani, ke depan dampaknya bisa lebih besar. Kami hanya ingin ada perhatian agar masyarakat bisa tinggal dengan aman,” tutupnya.
Talud
Kampung Pasirido
Abrasi
gelombang laut
cuaca ekstrem
Thomas Kabo
Pemda Manokwari
Rumah Warga
Distrik Manokwari Timur
| Posbakum Kelurahan Sanggeng Buka Akses Keadilan Lewat Mediasi Kekeluargaan |
|
|---|
| Pemkab Manokwari Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Kecuali Lima Instansi Ini |
|
|---|
| Bupati Hermus Indou Imbau Masyarakat Manokwari Beli BBM Lewat Jalur Resmi |
|
|---|
| Bupati Hermus Indou Pastikan Tidak Ada Penimbunan BBM di Manokwari |
|
|---|
| Polisi Dalami Kasus Kematian Pemuda di Sanggeng, Warga Diimbau Tidak Melakukan Aksi Pemalangan |
|
|---|