Kamis, 23 April 2026

Berita Manokwari

Jembatan Kali Modan Nyaris Ambruk, Warga Muara Prafi Minta Perhatian Pemda Manokwari

Hujan deras beberapa minggu terakhir mengakibatkan banjir, sehingga bronjong penahan jembatan pun hancur

Tayang:
zoom-inlihat foto Jembatan Kali Modan Nyaris Ambruk, Warga Muara Prafi Minta Perhatian Pemda Manokwari
istimewa/Doc: Riska Nurak
MANOKWARI - Kondisi Jembatan Kali Modan di Kampung Muara Prafi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari Papua Barat, Senin (30/3/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Warga Kampung Muara Prafi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, resah dengan kondisi Jembatan Kali Modan yang semakin memprihatinkan setelah diterjang banjir akibat hujan deras dalam beberapa minggu terakhir.

Riska Nurak, salah seorang warga, mengatakan bronjong penahan yang dibangun untuk melindungi struktur jembatan kini hancur diterjang derasnya arus sungai.

“Hujan deras beberapa minggu terakhir mengakibatkan banjir, sehingga bronjong penahan jembatan pun hancur. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, kerusakan jembatan dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi mengalami nasib serupa dengan Jembatan Wariori yang sebelumnya rusak berat.

“Kalau tidak diperhatikan, lama-lama jembatan ini bisa hancur seperti Jembatan Wariori,” katanya.

Baca juga: Warga 3 Kampung di Distrik Masni Minta Bupati Hermus Indou Berlaku Adil Dalam Pembangunan

Jembatan Kali Modan memiliki peran vital sebagai akses penghubung menuju sejumlah Satuan Pemukiman (SP) dan perkampungan di Distrik Masni

Aktivitas masyarakat, termasuk transportasi warga dan distribusi kebutuhan pokok, sangat bergantung pada jembatan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, masyarakat meminta adanya penguatan konstruksi penahan tebing sungai agar jembatan tetap aman digunakan, terutama saat musim hujan dengan potensi banjir tinggi.

Dengan kondisi saat ini, warga mengaku waswas melintasi jembatan, namun tetap harus menggunakannya karena tidak tersedia jalur alternatif lain yang menghubungkan antar kampung di kawasan tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved