Rabu, 29 April 2026

Berita Manokwari

RDP DPRK Ungkap Penyebab Banjir di Pasar Sentral Sanggeng: Sampah dan Drainase Buruk

sistem drainase tidak mampu menampung aliran air dari daratan karena tersumbat tumpukan sampah plastik

Tayang:
zoom-inlihat foto RDP DPRK Ungkap Penyebab Banjir di Pasar Sentral Sanggeng: Sampah dan Drainase Buruk
Tribunpapuabarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
DPRK MANOKWARI - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRK Manokwari bersama sejumlah dinas terkait, Jumat (10/4/2026). RDP ini mengungkap faktor penyebab banjir di Pasar Sentral Sanggeng yang baru dibangun dan belum diresmikan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bangunan baru Pasar Sentral Sanggeng Manokwari yang belum sempat diresmikan sudah dilanda banjir. 

Penyebab utama terjadinya genangan air di kawasan pasar tersebut adalah tingginya curah hujan yang diperparah dengan buruknya pengelolaan sampah.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRK Manokwari bersama sejumlah dinas teknis Pemda setempat, pada Jumat (10/4/2026).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manokwari, Albertus, menjelaskan banjir terjadi pada pagi hari saat intensitas hujan meningkat drastis.

Baca juga: Pemkab Manokwari Gelar Ibadah Syukur Awali Penempatan Pedagang di Pasar Sentral Sanggeng

Menurutnya, sistem drainase tidak mampu menampung aliran air dari daratan karena tersumbat tumpukan sampah, terutama plastik yang dibuang sembarangan oleh pengguna pasar.

“Setelah kami turun ke lapangan, memang ditemukan banyak sampah yang menghambat aliran air di dalam saluran,” ujarnya.

Ia menambahkan, air yang seharusnya mengalir ke laut justru tertahan dan meluap ke area pasar.

Bahkan, kata Albertus, penyaring sampah di saluran air sempat dilepas sehingga sampah mudah masuk ke dalam pipa drainase.

"Ada pula pendangkalan sungai akibat sedimentasi dari wilayah hulu yang juga mengurangi kapasitas tampung air," ujarnya teknis.

Kesempatan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manokwari, Yahya Maabuat, menilai persoalan ini tidak lepas dari rendahnya kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran saat masa uji coba operasional pasar turut memengaruhi penataan sehingga kondisi di lapangan kurang tertib.

“Kalau kebersihan tidak dijaga bersama, maka persoalan seperti ini akan terus berulang,” katanya.

Baca juga: Disperindag dan PUPR Gabung Jurus, Proyek Tahap II Pasar Sanggeng Dipastikan Rampung 3 Bulan

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Manokwari, Yusuf Kayukatui, menyebut pihaknya telah melakukan penertiban, khususnya kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan pasar.

Namun, ia menegaskan persoalan kebersihan tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Merespons hal tersebut, Ketua Komisi III DPRK Manokwari, Abu Rumkwei, menekankan perlunya solusi konkret dan edukasi berkelanjutan kepada pedagang agar disiplin membuang sampah pada tempatnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved