Delapan Kasus Campak Tercatat di Manokwari, Dinkes Tunggu Hasil Laboratorium
Setelah hasil laboratorium keluar, kami akan menentukan intervensi lanjutan sesuai kondisi yang ditemukan
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Plt-Kadinkes-Mkw-soal-campak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari mencatat sebanyak 8 (delapan) kasus campak sepanjang tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Alexander Takdare, menyebut sampel darah dari temuan kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Makassar.
Ia menegaskan bahwa Dinkes telah melakukan penanganan awal sesuai prosedur setelah menerima laporan kasus Campak di sejumlah tempat di Manokwari.
“Tim kami sudah turun lapangan dan melakukan tindak lanjut, termasuk pengambilan sampel darah yang dikirim ke Makassar. Kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Alexander, langkah penanganan terhadap kasus yang ditemukan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk pelacakan dan penanganan di tingkat lapangan.
"Setelah hasil laboratorium keluar, kami akan menentukan intervensi lanjutan sesuai kondisi yang ditemukan," terangnya.
Baca juga: Dinkes Manokwari Temukan 87 Kasus Campak, Mince Wilil: 9.525 Anak Jadi Target Imunisasi
Dalam upaya pencegahan, Dinkes terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat (orang tua) tentang pentingnya imunisasi campak kepada anak-anak.
“Imunisasi campak itu wajib dan sudah menjadi program rutin. Diberikan pertama pada usia sembilan bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan,” jelasnya.
Alexander menegaskan, imunisasi tidak hanya mencegah campak, tetapi juga membentuk kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit.
Karena itu, ia mengimbau seluruh orang tua agar memastikan bayi dan balita mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal di fasilitas kesehatan.
"Dinkes telah menyiapkan tim surveilans yang siap merespons cepat apabila ditemukan gejala campak di masyarakat," jelasnya.
Adapun gejala campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah.
"Masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut," tuturnya.
Ia berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap imunisasi, penyebaran campak di Manokwari dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi wabah.
8 kasus campak di Manokwari
Dinkes Manokwari
vaksinasi
kasus campak
Alexander Takdare
Uji Laboratorium
| Dinkes Fakfak Gencarkan Vaksinasi ORI untuk Putus Wabah Campak Klinis |
|
|---|
| Campak Merebak di Fakfak, Dinas Kesehatan Siapkan 4 Lokus Vaksinasi |
|
|---|
| DPRK Manokwari 'Hearing' Soal Honorer, Dinkes: Tak Ada Cela Titip Gaji |
|
|---|
| Dinkes Manokwari Temukan 613 Kasus Baru HIV Selama Januari-November 2025 |
|
|---|
| Fakultas Peternakan UNIPA Gelar Vaksinasi dan Pemeriksaan Rabies Gratis di Manokwari |
|
|---|