91 Santri Diduga Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan, Tim SAR Suplai Infus dan Makanan
Evakuasi santri korban runtuhnya bangunan di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, masih diupayakan. 91 santri masih terjebak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Struktur-Bangunan-Musala-Ponpes-Al-Khoziny-Diduga-Tak-Kuat-Ketua-RT-Santri-Minta-Izin-Ngecor.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Evakuasi santri korban runtuhnya bangunan di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, masih diupayakan.
Sebelumnya, bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) runtuh pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kejadian ini menimpa sejumlah santri yang sedang melaksanakan shalat ashar berjemaah, dan hingga Rabu (1/10) puluhan santri dilaporkan masih terjebak di balik reruntuhan.
Dikutip dari TribunJatim.com, sebanyak 91 santri di 15 titik diduga masih terjebak reruntuhan.
Dari 15 titik tersebut, delapan korban diantaranya dalam tingkat kesadaran warna hitam alias tidak bisa berkomunikasi.
Sementara tujuh lainnya berada di tingkat kesadaran merah atau masih bisa berkomunikasi dengan petugas.
Freezer menyebut bahwa hingga kini tim penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 korban dari bawah reruntuhan.
Dari 11 korban tersebut tiga diantaranya meninggal dunia.
Meski begitu, Tim SAR belum berani memastikan jumlah pasti korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan beton.
Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, saat ini para korban dengan status kesadaran merah (korban yang masih bisa berkomunikasi) memungkinkan untuk bertahan lebih dari batas waktu krusial 72 jam pascakejadian.
"Tim dapat mencapai korban melalui celah-celah di bawah reruntuhan. Selama mendapatkan suplai makan minum serta infus, maka memungkinkan korban dapat bertahan lebih lama alias lebih dari batas waktu krusial 72 jam," kata Syafii di sela memantau jalannya evakuasi.
Sejauh ini kondisi para korban itu masih memberikan tanda-tanda kehidupan serta mendapatkan suplai oksigen, makan minum, hingga infus dan vitamin serta obat-obatan dari petugas.
Dalam operasi SAR ini, disebutnya bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan para korban dengan status kesadaran merah untuk terus mendapatkan suplai-suplai vital tersebut sembari menanti upaya tim SAR gabungan untuk menembus reruntuhan.
Baca juga: Dari Kaimana Papua Barat, Robi Samanggun Bacakan Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila 2025
3 Santri Meninggal
3 santri dinyatakan meninggal dunia. Pertama, Maulana Ibrahimific (15) warga Bangkalan berdomisili Surabaya pada Senin (29/9/2025).
Kemudian, Mashudul Haq (14) asal Surabaya dan Muhammad Sholeh (22) asal Bangka Belitung yang meninggal di Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo pada Selasa (30/9/2025).
| 50 Orang Tewas Akibat Musala Runtuh di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo |
|
|---|
| Kisah Taufan Bertahan Selama 3 Hari di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: Saya Yakin Bisa Hidup |
|
|---|
| Anak Habisi Nyawa Orang Tua di Ponorogo, Pelaku Akui Bunuh Ular |
|
|---|
| Nenek berusia 74 Tahun di Malang Dapat Amnesti dari Presiden Prabowo |
|
|---|
| Mobil Pengantar Jemaah Umrah Oleng dan Hantam Bus di Gresik, 7 Orang Meninggal |
|
|---|