Senin, 11 Mei 2026

Info Fakfak

Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Tempuh Jarak Laut 5.800 Km menuju Fakfak

Jacket pertama Tangguh UCC telah dimuat dengan aman ke atas tongkang pengangkut siap menempuh perjalanan menuju Fakfak

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Tempuh Jarak Laut 5.800 Km menuju Fakfak
istimewa
Penampakan jacket pertama Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) yang bakal menempuh jarak 5.800 Km dari Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau menuju Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, Minggu (10/5/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAKJacket pertama Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) resmi diberangkatkan dari PT Saipem Indonesia Karimun Yard, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (10/5/2026).

Perjalanan ini akan menempuh jarak sekitar 5.800 kilometer.

Saipem Indonesia Karimun Yard dikenal sebagai salah satu pusat fabrikasi terbesar di Asia Pasifik untuk proyek energi, lepas pantai, dan pembangkit listrik tenaga angin.

“Jacket pertama Tangguh UCC telah dimuat dengan aman ke atas tongkang pengangkut di Saipem Karimun Yard dan siap menempuh perjalanan menuju Fakfak,” ujar BP Regional President Asia Pacific, Kathy Wu, dalam rilis resmi.

Menurut Kathy, keberangkatan ini menjadi pencapaian penting bagi BP dan para kontraktor dalam Proyek Tangguh UCC.

“Nantinya jacket pertama ini akan dipasang di Kabupaten Fakfak, Papua Barat,” jelasnya.

Baca juga: Blok Ubadari, Lumbung Gas dari Kota Pala

Ia menegaskan, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen kuat terhadap keselamatan, kualitas, serta kapabilitas nasional.

“Semuanya untuk mendukung Indonesia dalam mencapai ketahanan energi,” tegasnya.

Kathy menambahkan, jacket tersebut dibuat di Indonesia, oleh tenaga kerja Indonesia, untuk kepentingan Indonesia.

“Hal ini menegaskan komitmen BP terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia,” ujarnya.

Selama lebih dari 60 tahun beroperasi di Indonesia, BP melalui Karimun Yard telah memproduksi berbagai instalasi lepas pantai untuk Tangguh LNG dan proyek lain di berbagai negara.

Dalam kesempatan itu, BP menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian ESDM dan SKK Migas, atas dukungan yang diberikan.

“Sebagai mitra strategis energi Indonesia selama enam dekade, kami percaya kemitraan ini akan terus berlanjut,” kata Kathy.

Proyek Tangguh UCC sendiri memiliki komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 45 persen.

Untuk lingkup pekerjaan lepas pantai, peralatan utama seperti jacket dan topside Ubadari difabrikasi di Karimun.

Seluruh pipa dilapisi di Jawa Timur, sementara modul darat dibangun di Bintan dan Batam oleh fabrikator Indonesia.

Selain itu, berbagai komponen seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin juga dipasok oleh produsen dalam negeri.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved