132 Tahun Misi Katolik
Umat Muslim Fakfak Turut Sukseskan Peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua
mencerminkan filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu”, simbol persaudaraan antara umat Islam, Katolik, dan Protestan di Fakfak
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kerja-sama-toleransi-di-ff.jpg)
Ringkasan Berita:
- Umat Muslim bersama umat Katolik, Protestan, TNI, dan masyarakat adat di Fakfak bergotong royong mempersiapkan peringatan HUT ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua.
- Semangat “Satu Tungku Tiga Batu” tercermin dalam keterlibatan lintas agama, menegaskan Fakfak sebagai daerah yang menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi, dan harmoni sosial.
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Umat Muslim di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, bersama masyarakat lintas agama turut menyukseskan peringatan HUT ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua.
"Mereka aktif mengikuti rangkaian persiapan acara, termasuk bergotong royong dalam kerja bakti massal yang dipusatkan di Pulau Bonyum," tutur Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat meninjau langsung persiapan di Pulau Bonyum Minggu (17/5/2026),
Bupati menegaskan bahwa Fakfak akan menjadi pusat peringatan bersejarah tersebut.
“Puncak kegiatan akan berlangsung pada 22–23 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan agenda besar ini,” ujarnya.
Pantaun Tribunpapuabarat.com, kerja bakti massal melibatkan ASN, TNI, Pramuka, lembaga adat, serta perwakilan keagamaan.
Baca juga: 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pulau Bongok
Kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan, penataan kawasan, dan pembenahan titik strategis lokasi kegiatan rohani.
Semangat kebersamaan ini mencerminkan filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu”, simbol persaudaraan antara umat Islam, Katolik, dan Protestan di Fakfak.
Sejumlah warga Muslim terlihat bergotong royong bersama umat Katolik, Protestan, dan masyarakat adat.
Pulau Bonyum
Pulau Bonyum dipilih sebagai lokasi utama perayaan karena memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan misi Katolik di Tanah Papua.
Panitia bersama masyarakat setempat bahkan membangun jembatan dan titian bambu sepanjang 630 meter secara swadaya.
Direktur Le Cocq Foundation, Yanuarius Kerry Meak, menegaskan bahwa pulau tersebut merupakan salah satu titik awal misi Katolik sejak kedatangan misionaris Jesuit Cornelis Le Cocq d’Armandville pada 22 Mei 1894.
Baca juga: Jelang 132 Tahun Misi Katolik, Danrem 182/JO Baksos di Kampung Hambriangkendik Fakfak
Sementara itu, Pemkab Fakfak berencana mengembangkan Pulau Bonyum sebagai destinasi wisata religi dan wisata pantai.
Fasilitas penunjang, akses jalan, serta tempat doa akan dibangun. Untuk kebutuhan listrik, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PLN agar seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik.
| 132 Tahun Misi Katolik, Polisi Bantu Warga Susuri Jembatan Bambu ke Pulau Bonyom |
|
|---|
| 132 Tahun Misi Katolik: Kehadiran 2 Pejabat di Tengah Harapan Jembatan Permanen ke Pulau Bonyom |
|
|---|
| Ribuan Umat Katolik Tanah Papua Padati Pulau Bonyom, Rayakan 132 Tahun Misi Katolik |
|
|---|
| Uskup Timika Apresiasi Peran Polisi Mengawal Rally Rosario HUT ke-132 Misi Katolik |
|
|---|
| Umat Muslim Kampung Sekru Ikut Meriahkan Rally Rosario dan Napak Tilas 132 Tahun Misi Katolik |
|
|---|