Papua Barat
Mudasir Bogra Respons Paul Finsen Mayor: Kritik Korektif Perlu, Tapi Anak Papua Harus Bersatu
Kalau ada sorotan tentang kinerja MRP maupun DPR Otsus, itu bagian dari kritik yang korektif. Kritik tersebut akan menjadi evaluasi internal kami
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/ket-fraksi-otsus-DPRPB.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Mudasir Bogra, menegaskan bahwa lembaga kultural Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR jalur pengangkatan (Otsus) merupakan bagian [yang tidak terpisahkan] dari Undang-undang Otsus itu sendiri.
Ditegaskan Mudasir Bogra, merespons permintaan Anggota DPD RI, Paul Finsen Mayor, agar MRP dan DPR Otsus dibubarkan.
“Kalau ada sorotan tentang kinerja MRP maupun DPR Otsus, itu bagian dari kritik yang korektif. Kritik tersebut akan menjadi evaluasi internal bagi kami untuk berbenah diri dan memaksimalkan kinerja,” ujar Mudasir Bogra di Kaimana, Jumat (6/3/2026).
Namun Mudasir menilai terlalu naif jika sesama tokoh Papua saling menyerang.
Menurutnya, seharusnya semua pihak duduk bersama dalam satu forum untuk membicarakan masa depan Papua.
“Seharusnya kita evaluasi tanggung jawab masing-masing, baik DPR, MRP, maupun DPD sebagai perwakilan Papua di Senayan,” katanya.
Baca juga: Judson Waprak Tanggapi Kritik Pembubaran MRP, Senator PFM: Tak Ada Klarifikasi
Putra asli Teluk Arguni, Kaimana ini menegaskan, wacana pembubaran MRP sama dengan menolak Undang-undang Otsus.
Ia menilai revisi terhadap Undang-undang Otsus lebih tepat dilakukan.
Selain itu, Mudasir menjelaskan bahwa DPR Otsus atau jalur pengangkatan merupakan bentuk perhatian negara untuk menjamin hak-hak politik orang Papua.
“Karena Papua tidak memiliki partai lokal, mekanisme pengangkatan menjadi ruang bagi anak-anak asli Papua untuk berkompetisi di parlemen. Tanpa itu, kita akan terus termarjinalkan,” jelas mantan Kepala Distrik Teluk Arguni tersebut.
Menurutnya, hasil pemilu legislatif beberapa periode terakhir menunjukkan dominasi anggota DPR dari kalangan non-Papua.
Karena itu, mekanisme pengangkatan dianggap penting untuk memastikan keterwakilan orang asli Papua di lembaga legislatif daerah.
“Kritik terhadap kinerja kami tetap diperlukan, dan kami tidak anti kritik.
Namun jangan sampai sesama anak Papua berbenturan, sehingga orang lain justru bersorak melihat kegagalan kita,” tegas Mudasir Bogra.
Mudasir Bogra
Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat
Polemik Pembubaran MRP
Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB)
Paul Finsen Mayor
anggota DPD RI
Kaimana
| Spesialis Curanmor "Kunci T" Manokwari Dibekuk Resmob Jatanras Polda Papua Barat |
|
|---|
| Asprov PSSI Papua Barat dan Fansclub Sambangi Polresta Manokwari Bahas Konvoi Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Warga Fakfak Mulai Ramai Berburu Jersey Piala Dunia 2026: Love 'Tebal' untuk Brazil |
|
|---|
| Stok Terbatas, Jersey Impor Timnas Argentina Tembus Rp1,2 Juta di Fakfak Papua Barat |
|
|---|
| Jersey Piala Dunia 2026 Mulai Ramai di Pertokoan Jalan Trikora Wosi Manokwari |
|
|---|