Kamis, 30 April 2026

K2BPT Papua Barat Gelar Raker Perdana, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program

Seluruh program berfokus pada penguatan internal organisasi dan peningkatan kontribusi bagi masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat

Tayang:
zoom-inlihat foto K2BPT Papua Barat Gelar Raker Perdana, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Program
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
K2BPT - Sekertaris Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Papua Barat, Yoram Magai saat memaparkan Program Kerja Pengurus Inti di Asrama Mahasiswa Puncak, Amban, Manokwari, Kamis (30/4/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana di Asrama Mahasiswa Puncak, Amban, Manokwari, Kamis (30/4/2026).

Raker diikuti pengurus inti, koordinator bidang, serta anggota organisasi, sekaligus menjadi momentum awal konsolidasi setelah K2BPT resmi dikukuhkan oleh Gubernur Papua Barat pada 7 Januari 2026.

Sebanyak 14 bidang dalam struktur organisasi memaparkan program kerja untuk masa bakti 2026–2031.

Seluruh program berfokus pada penguatan internal organisasi dan peningkatan kontribusi bagi masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat.

Ketua K2BPT Papua Barat, Apner Itlay, menjelaskan pelaksanaan Raker sempat tertunda karena proses pendataan masyarakat.

“Kami terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap masyarakat Pegunungan Tengah yang tersebar di tujuh kabupaten, sehingga Raker baru bisa dilaksanakan sekarang,” ujarnya.

Pendataan tersebut mencakup berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota TNI, Polri, PNS, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum asal Pegunungan Tengah.

Baca juga: Ketua K2BPT Papua Barat Serahkan Surat Pelaksana Tugas kepada 5 Perwakilan Kabupaten

Menurut Apner, langkah ini penting agar organisasi memiliki basis data yang jelas dan program dapat dijalankan tepat sasaran.

Apner juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan K2BPT sebagai wadah resmi. Ia berharap setiap kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat Pegunungan Tengah dapat melalui satu pintu koordinasi.

Ia mencontohkan, sebelumnya sempat terjadi pemberian bantuan oleh pihak Kodam Kasuari berupa ternak babi dan bahan makanan kepada oknum yang mengatasnamakan K2BPT.

“Bantuan tersebut pada prinsipnya sangat baik, namun perlu melalui mekanisme organisasi agar tidak menimbulkan konflik horizontal,” tegasnya.

Dalam Raker ini, seluruh kesepakatan terkait mekanisme kerja sama dan penerimaan bantuan dirumuskan. Setelah itu, K2BPT siap membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Setelah Raker ini, kami akan memperkuat komunikasi dengan stakeholder, baik pemerintah provinsi, kabupaten, maupun instansi lainnya, demi kepentingan bersama,” tutup Apner.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved