Senin, 18 Mei 2026

Hari Guru 2025

Pendidikan Kunci Masa Depan: Perjalanan Venora Masumbauw, Pelajar SMK Migas Cepu dari Bintuni

Kisah Venora menjadi pengingat bahwa di balik setiap impian besar anak-anak Indonesia, terdapat dorongan orang tua serta jasa para guru

Tayang:
zoom-inlihat foto Pendidikan Kunci Masa Depan: Perjalanan Venora Masumbauw, Pelajar SMK Migas Cepu dari Bintuni
Doc: Venora Sandra Masumbauw
Venora Sandra Masumbauw, siswi Jurusan Produksi Minyakan dan Gas Bumi SMK Migas Cepu, Blora, Jawa Tengah 

Ringkasan Berita:Momentum Hari Guru Nasional 2025, kisah inspiratif datang dari Venora Sandra Masumbauw, pelajar asal Kampung Tanah Merah Baru, Teluk Bintuni, Papua Barat. Dengan dukungan penuh dari orang tuanya, terutama sang ayah Daniel Masumbauw, Venora menempuh pendidikan di SMK Migas Cepu, Blora, Jawa Tengah, jurusan Produksi Minyakan dan Gas Bumi.

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Tepat pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, dedikasi tanpa batas para pendidik di seluruh negeri kembali digaungkan hingga pelosok Teluk Bintuni Papua Barat.

Ucapan “Terima kasih, Ibu dan Bapak Guru” menjadi pengingat bahwa setiap langkah pendidikan anak bangsa tidak pernah lepas dari peran mulia mereka (Guru).

Salah satu kisah inspiratif datang dari Venora Sandra Masumbauw, pelajar asal Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Perjalanan Venora mencerminkan prinsip yang dipegang teguh oleh sang ayah, Daniel Masumbauw, bahwa  “Setiap ayah berhak bermimpi tentang masa depan putrinya.”

Dukungan Keluarga

Venora lahir pada 28 Februari 2009 sebagai anak kedua dari lima bersaudara.

Bagi Daniel, pendidikan adalah tanggung jawab utama orang tua sekaligus investasi terbesar bagi masa depan anak.

Setelah menamatkan pendidikan dasar di SD YPK Serito Tanah Merah Baru dan melanjutkan ke SMP Negeri 6 Kayu Batu Jayapura, Venora mendapat izin untuk melanjutkan studi di SMK Migas Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Baca juga: Ratusan Guru di Teluk Bintuni Gelar Jalan Sehat Peringati HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025

Pada Juni 2025, ia resmi diterima di jurusan Produksi Minyakan dan Gas Bumi, dengan cita-cita bekerja di perusahaan besar seperti Genting Oil dan BP Tangguh yang beroperasi di tanah kelahirannya.

Pendaftaran dilakukan secara daring oleh sang ayah dari kampung, sementara ibunya, Maria, mendampingi Venora selama sebulan penuh di Cepu.

Kini, Venora menjalani kehidupan sebagai pelajar perantau dengan kemandirian penuh.

Belajar Mandiri 

Keterbatasan uang saku dijadikan pelajaran berharga oleh Daniel untuk melatih anaknya mengelola keuangan.

Venora berupaya beradaptasi dengan memasak sendiri dan berbelanja di pasar agar kebutuhan sehari-hari tetap tercukupi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved