Berita Teluk Bintuni
Pemkab Bintuni Canangkan Hari Peduli Sampah Nasional, Perkuat Sinergi dan Komitmen Bersama
Bupati menegaskan bahwa aksi bersih-bersih pasar sentral merupakan gerakan moral sekaligus gerakan disiplin
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bupati-YM-canangkan-HPSN.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni melaksanakan pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dalam apel gabungan TNI/Polri serta elemen masyarakat di Pasar Sentral Bintuni, Kamis (19/2/2026).
Dalam amanatnya, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
Ia merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemda, pada 2 Februari 2026 di Jakarta.
Rakernas tersebut menetapkan status darurat sampah nasional serta memerintahkan langkah penanganan terpadu, termasuk pembangunan 34 proyek pengelolaan sampah di berbagai daerah.
Bupati Manibuy mengatakan, bahwa kebijakan tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan tempat pembuangan akhir (TPA) serta mewujudkan lingkungan bersih melalui gerakan Indonesia Asri.
Menurutnya, sampah rumah tangga dan industri, khususnya plastik, menjadi perhatian utama karena membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai dan menimbulkan ancaman nyata bagi lingkungan.
"Kabupaten Teluk Bintuni dengan jumlah penduduk lebih dari 90 ribu jiwa menghasilkan puluhan ton sampah setiap hari," kata Bupati.
Bupati juga mengatakan bahwa komposisi sampah didominasi oleh sampah organik dan plastik.
Jika tidak dikelola dengan baik, volume sampah akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
"Sebagai langkah nyata, aksi bersih sampah dimulai dari Pasar Sentral Bintuni," kata Bupati.
Baca juga: Bupati Teluk Bintuni Pimpin Aksi Bersih Pasar Sentral Peringati Hari Peduli Sampah Nasional
Bupati menegaskan bahwa aksi bersih-bersih pasar sentral merupakan gerakan moral sekaligus gerakan disiplin, yang harus dilanjutkan di lingkungan kantor, perumahan, hingga kampung-kampung.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya dengan memilah sampah organik dan plastik di setiap rumah tangga maupun tempat usaha.
“Langkah sederhana ini akan sangat membantu proses daur ulang serta mengurangi beban di tempat pembuangan akhir,” ujar Anisto.
Pemkab Teluk Bintuni bersama unsur Forkopimda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga disiplin kebersihan lingkungan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Melalui momentum JHPSN 2026, seluruh peserta apel diajak menjadikan aksi bersih sebagai komitmen berkelanjutan demi mewujudkan Teluk Bintuni yang bersih, sehat, dan asri.
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026
HPSN
sampah plastik
Bupati Teluk Bintuni
Yohanis Manibuy
Pasar Sentral Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni
| Genting Oil Klarifikasi Polemik Tenaga Kerja PT Mendo dan Disnaker Teluk Bintuni |
|
|---|
| Marsela Inanosa Apresiasi Peran Perusahaan Dukung Pemberdayaan Masyarakat Distrik Sumuri |
|
|---|
| Pemda Bintuni-Genting Oil Kasuri Akui Hak Adat, Kompensasi Tanah Ulayat Sumuri Diserahkan |
|
|---|
| Bupati Teluk Bintuni Minta Pencari Kerja Bersabar, Proses Formasi 546 Masih Berjalan |
|
|---|
| 23 Sekolah Ikuti LCC yang Digagas OSIS SMA Negeri 1 Teluk Bintuni |
|
|---|